Gairahkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp9,2 Triliun
Mahmuda attar hussein
Rabu, 29 September 2021 - 10:08 WIB
Destinasi wisata danau Toba, Sumut. Foto: Langit7/Istock
Pariwisata dan ekonomi kreatif terus didukung pemerintah dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp9,2 triliun pada 2022 mendatang. Anggaran tersebut merupakan alokasi untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp6,5 triliun dan transfer ke pemerintah daerah sebesar Rp2,8 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berharap, melalui alokasi anggaran ini dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.
“Diharapkan melalui anggaran ini dapat mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dari tiga aspek, yaitu aksesibilitas, atraksi dan amenitas, serta melalui 2P (promosi dan partisipasi pelaku swasta),” jela Sri Mulyani, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/9).
Baca juga:Hutan Wisata Tinjomoyo Dibuka untuk Jalur Olahraga
Presiden Joko Widodo juga mengarahkan agar destinasi pariwisata superprioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang telah memenuhi level kesiapan. Selanjutnya, langkah untuk relaksasi dan pembukaan terhadap turis wisata asing maupun domestik bisa dinormalisir, sehingga wisata itu akan siap untuk menerima wisatawan kembali.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran pariwisata di berbagai program vokasi, pendidikan serta pelatihan baik itu melalui Kemenparekraf, Kemdikbud Ristek, dan juga melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk bisa mendidik SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.
Konten pelatihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga telah disediakan dalam program kartu pra kerja. Sehingga, kata dia, hal itu dapat memberikan motivasi pada upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berharap, melalui alokasi anggaran ini dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.
“Diharapkan melalui anggaran ini dapat mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dari tiga aspek, yaitu aksesibilitas, atraksi dan amenitas, serta melalui 2P (promosi dan partisipasi pelaku swasta),” jela Sri Mulyani, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/9).
Baca juga:Hutan Wisata Tinjomoyo Dibuka untuk Jalur Olahraga
Presiden Joko Widodo juga mengarahkan agar destinasi pariwisata superprioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang telah memenuhi level kesiapan. Selanjutnya, langkah untuk relaksasi dan pembukaan terhadap turis wisata asing maupun domestik bisa dinormalisir, sehingga wisata itu akan siap untuk menerima wisatawan kembali.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran pariwisata di berbagai program vokasi, pendidikan serta pelatihan baik itu melalui Kemenparekraf, Kemdikbud Ristek, dan juga melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk bisa mendidik SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.
Konten pelatihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga telah disediakan dalam program kartu pra kerja. Sehingga, kata dia, hal itu dapat memberikan motivasi pada upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.