home global news

Kebudayaan sebagai Arah Pembangunan: Menteri Kebudayaan dan DPD RI Bahas Strategi Pelestarian Warisan Budaya Indonesia

Rabu, 07 Mei 2025 - 22:16 WIB
Kebudayaan sebagai Arah Pembangunan: Menteri Kebudayaan dan DPD RI Bahas Strategi Pelestarian Warisan Budaya Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta;Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Jajaran Kementerian Kebudayaan menggelar rapat kerja bersama Komite III DPD RI yang diselenggarakan di Ruang Sriwijaya, Gedung B DPD RI, Jakarta. Rapat Kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Dailami Firdaus ini fokus pada pembahasan mengenai inventarisasi materi terkait pelindungan dan pelestarian budaya Nusantara dan program kerja prioritas Kementerian Kebudayaan RI tahun 2025 di setiap provinsi.

Dailami Firdaus menyampaikan bahwa hingga 2024, Indonesia telah menetapkan 2.213 Warisan Budaya Takbenda dan 228 Cagar Budaya Peringkat Nasional, dengan 16 di antaranya telah diakui sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Selain itu, Indonesia juga memiliki 6 situs warisan budaya dunia, terbanyak di Asia Tenggara. Dailami menekankan pentingnya pelestarian seiring peningkatan jumlah warisan budaya. Ia mendorong Kementerian Kebudayaan untuk menjadi motor penggerak pelestarian melalui program edukasi budaya bagi masyarakat dan peserta didik, agar cagar budaya terawat dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan negara.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon memaparkan narasi strategis Kementerian Kebudayaan yang menjadikan kebudayaan sebagai landasan dalam perumusan program pembangunan nasional. “Kebijakan prioritas kita tentu tercermin dalam tiga direktorat jenderal: Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi; Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan; serta Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan,” sebutnya, Rabu (7/5/2025).

Menbud Fadli Zon juga paparkan program prioritasnya yang menitikberatkan pada warisan budaya dunia, revitalisasi tradisi lokal, budaya digital dan ekonomi budaya, diplomasi dan promosi kebudayaan, kajian revitalisasi dan digitalisasi koleksi museum, repatriasi benda bersejarah dari negara Belanda, Jerman, Inggris, India dan beberapa negara lainnya, revitalisasi museum daerah dan taman budaya, pemugaran situs, museum anak, hingga pendirian rumah budaya.

Menbud Fadli Zon juga memaparkan ekosistem perfilman Indonesia yang dalam kondisi baik. “Kita banyak mengirim partisipasi para aktor, sutradara, dan produser film ke festival internasional, termasuk pada Cannes International Film Festival. Dukungan-dukungan tersebut melalui pemanfaatan dana abadi kebudayaan Dana Indonesiana yang tahun ini kita akan alokasikan antara 300 miliar sampai 465 miliar, kita berharap ini juga diakses oleh komunitas-komunitas. Dana ini diperuntukkan untuk mendukung dunia film, musik, dan pop culture, di samping untuk tradisi, heritage, seni pertunjukan, dan lain-lain, ucapnya.

Di hadapan Menteri Kebudayaan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah mengemukakan beberapa aspirasinya untuk pemajuan kebudayaan. Dedi Iskandar Batubara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Sumatera Utara, berpendapat bahwa semangat pemerintah di daerah mesti didorong dengan semangat yang sama dengan kementerian agar warisan-warisan kebudayaan yang ada di daerah bisa terjaga dan bukan formalitas semata.

Sementara itu, Hasby Yusuf, anggota DPD Dapil Maluku Utara, berharap adanya kemitraan dengan Kementerian Kebudayaan bersama teman-teman di daerah untuk membincangkan beberapa hal tentang pemajuan kebudayaan di semua daerah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya