Diabetic Foot, Waspada Jika Luka di Kaki Tak Kunjung Sembuh
Fajar adhitya
Rabu, 14 Mei 2025 - 20:25 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Dokter ahli bedah mengingatkan para penderita diabetes melitus (DM) meningkatkan kewaspadaan jika mengalami luka di kaki yang tak kunjung sembuh.
Kondisi ini dapat menjadi tanda komplikasi serius yang dikenal sebagaidiabetic foot. Komplikasi ini dapat menyebabkan infeksi berat, gangren, hingga amputasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Ahli bedah vaskular dari Bethsaida Hospital dr Sendi Kurnia Tantinius, Sp.B, Subsp.BVE(K) menjelaskan bahwadiabetic footterjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor utama, yakni neuropati diabetik (kerusakan saraf), gangguan aliran darah, infeksi, dan tekanan berlebih pada kaki.
Menurut dr. Sendi,diabetic footterjadi karena kombinasi faktor neuropati, gangguan aliran darah, dan infeksi.
"Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangren dan berisiko amputasi," kata dia dalam keterangannya pada Rabu.
Gejaladiabetic footpada umumnya ditandai dengan kesemutan, mati rasa pada kaki, nyeri yang tidak biasa, pembengkakan, serta perubahan warna kulit menjadi lebih gelap pada area terinfeksi.
Gejala seperti kesemutan dan mati rasa sering kali diabaikan oleh penderita diabetes. Padahal, ini bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan saraf yang berpotensi berkembang menjadidiabetic foot.
Kondisi ini dapat menjadi tanda komplikasi serius yang dikenal sebagaidiabetic foot. Komplikasi ini dapat menyebabkan infeksi berat, gangren, hingga amputasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Ahli bedah vaskular dari Bethsaida Hospital dr Sendi Kurnia Tantinius, Sp.B, Subsp.BVE(K) menjelaskan bahwadiabetic footterjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor utama, yakni neuropati diabetik (kerusakan saraf), gangguan aliran darah, infeksi, dan tekanan berlebih pada kaki.
Menurut dr. Sendi,diabetic footterjadi karena kombinasi faktor neuropati, gangguan aliran darah, dan infeksi.
"Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangren dan berisiko amputasi," kata dia dalam keterangannya pada Rabu.
Gejaladiabetic footpada umumnya ditandai dengan kesemutan, mati rasa pada kaki, nyeri yang tidak biasa, pembengkakan, serta perubahan warna kulit menjadi lebih gelap pada area terinfeksi.
Gejala seperti kesemutan dan mati rasa sering kali diabaikan oleh penderita diabetes. Padahal, ini bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan saraf yang berpotensi berkembang menjadidiabetic foot.