Penelitian Losta Institute: Gaya Komunikasi Prabowo Lugas dan Nasionalistik
Tim langit 7
Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Losta Institute menganalisis gaya komunikasi dan konsistensi kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 180 hari pertama masa pemerintahannya. Penelitian ini menemukan bahwa gaya komunikasi Prabowo bersifat lugas, emosional, dan nasionalistik.
Menurut Wahyu Sumprabowo Hardi, direktur strategi Losta Institute, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis untuk memahami makna, konteks, dan dinamika sosial-politik di balik pernyataan dan tindakan Presiden Prabowo Subianto.
Penelitian ini menemukan bahwa Prabowo tampil sebagai pemimpin yang tidak artifisial, berbicara langsung kepada publik dengan gaya yang blak-blakan, penuh diksi nasionalisme, dan emosi rakyat kecil. Namun, konsistensi retorika dan kebijakan Prabowo masih perlu ditingkatkan, terutama dalam isu demokrasi, etika pemerintahan, dan komitmen lingkungan dan HAM.
Respons publik terhadap pemerintahan Prabowo terbelah antara apresiasi dan kekhawatiran. Sementara Prabowo mendapat dukungan kuat dari publik akar rumput, kelompok masyarakat sipil dan akademisi mengkritik sentralisasi kekuasaan dan absennya agenda HAM-lingkungan.
Baca juga:Bertolak ke Vatikan, Cak Imin Bawa Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Paus Leo XIV
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Prabowo perlu mengawal gaya komunikasinya dengan konsistensi kebijakan agar tidak kehilangan kredibilitas. Selain itu, legitimasi politik Prabowo akan diuji ketika retorikanya tidak diikuti tindakan yang konsisten, terutama dalam isu HAM dan lingkungan.
Menurut Wahyu Sumprabowo Hardi, direktur strategi Losta Institute, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis untuk memahami makna, konteks, dan dinamika sosial-politik di balik pernyataan dan tindakan Presiden Prabowo Subianto.
Penelitian ini menemukan bahwa Prabowo tampil sebagai pemimpin yang tidak artifisial, berbicara langsung kepada publik dengan gaya yang blak-blakan, penuh diksi nasionalisme, dan emosi rakyat kecil. Namun, konsistensi retorika dan kebijakan Prabowo masih perlu ditingkatkan, terutama dalam isu demokrasi, etika pemerintahan, dan komitmen lingkungan dan HAM.
Respons publik terhadap pemerintahan Prabowo terbelah antara apresiasi dan kekhawatiran. Sementara Prabowo mendapat dukungan kuat dari publik akar rumput, kelompok masyarakat sipil dan akademisi mengkritik sentralisasi kekuasaan dan absennya agenda HAM-lingkungan.
Baca juga:Bertolak ke Vatikan, Cak Imin Bawa Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Paus Leo XIV
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Prabowo perlu mengawal gaya komunikasinya dengan konsistensi kebijakan agar tidak kehilangan kredibilitas. Selain itu, legitimasi politik Prabowo akan diuji ketika retorikanya tidak diikuti tindakan yang konsisten, terutama dalam isu HAM dan lingkungan.
(ori)