Penjualan Motor Honda Tembus 20 Juta Unit, Siap Rebut Pasar Motor Listrik Global
Tim langit 7
Rabu, 21 Mei 2025 - 18:25 WIB
Penjualan Motor Honda Tembus 20 Juta Unit, Siap Rebut Pasar Motor Listrik Global
LANGIT7.ID–Jakarta;Honda terus memperkuat dominasinya sebagai raja motor dunia. Tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2025 mencatatkan penjualan sepeda motor Honda secara global mencapai 20,57 juta unit. Angka ini mewakili sekitar 40 persen dari total pasar motor global dan menjadi rekor baru untuk penjualan tahunan Honda di 37 negara dan wilayah.
Keberhasilan ini menjadi pijakan kuat Honda untuk menyongsong transformasi industri otomotif roda dua, terutama melalui strategi elektrifikasi. Sejumlah motor listrik Honda telah meluncur ke pasar, termasuk ICON e: dan CUV e: yang pertama kali dijual di Indonesia sebelum merambah ke Vietnam, Thailand, dan Filipina. Tahun ini, CUV e: juga akan dipasarkan di Eropa dan Jepang. Sementara itu, model listrik seperti Active e: dan QC1 telah diperkenalkan di India tahun lalu.
Dalam menghadapi tren elektrifikasi global, Honda mengambil langkah penting dengan membangun pabrik khusus motor listrik yang akan mulai beroperasi pada 2028. Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Honda untuk memperkuat lini kendaraan listrik roda dua.
“Ke depannya, Honda akan memodulasi model yang dikembangkan secara eksklusif sebagai model listrik dan memulai produksi di pabrik produksi sepeda motor listrik khusus yang sangat efisien yang akan mulai beroperasi di India pada tahun 2028, yang akan memungkinkan penguatan lebih lanjut dari struktur bisnis sepeda motor listrik."
"Melalui inisiatif ini, Honda akan menawarkan model sepeda motor listrik yang lebih terjangkau kepada lebih banyak pelanggan, dan di masa mendatang, Honda akan berusaha untuk merebut pangsa pasar No. 1 di pasar sepeda motor listrik,” sebut Honda dikutip Selasa (21/5/2025).
Secara industri, permintaan motor listrik global dan kendaraan roda dua secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh pesat. Honda memperkirakan penjualan industri sepeda motor dunia akan naik dari 50 juta unit saat ini menjadi sekitar 60 juta unit pada tahun 2030, seiring meningkatnya kebutuhan di kawasan Global South.
Sebagai pemimpin pasar motor global, Honda juga menyiapkan strategi untuk memperkuat efisiensi bahan bakar dan pengembangan model ramah lingkungan.
Keberhasilan ini menjadi pijakan kuat Honda untuk menyongsong transformasi industri otomotif roda dua, terutama melalui strategi elektrifikasi. Sejumlah motor listrik Honda telah meluncur ke pasar, termasuk ICON e: dan CUV e: yang pertama kali dijual di Indonesia sebelum merambah ke Vietnam, Thailand, dan Filipina. Tahun ini, CUV e: juga akan dipasarkan di Eropa dan Jepang. Sementara itu, model listrik seperti Active e: dan QC1 telah diperkenalkan di India tahun lalu.
Dalam menghadapi tren elektrifikasi global, Honda mengambil langkah penting dengan membangun pabrik khusus motor listrik yang akan mulai beroperasi pada 2028. Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Honda untuk memperkuat lini kendaraan listrik roda dua.
“Ke depannya, Honda akan memodulasi model yang dikembangkan secara eksklusif sebagai model listrik dan memulai produksi di pabrik produksi sepeda motor listrik khusus yang sangat efisien yang akan mulai beroperasi di India pada tahun 2028, yang akan memungkinkan penguatan lebih lanjut dari struktur bisnis sepeda motor listrik."
"Melalui inisiatif ini, Honda akan menawarkan model sepeda motor listrik yang lebih terjangkau kepada lebih banyak pelanggan, dan di masa mendatang, Honda akan berusaha untuk merebut pangsa pasar No. 1 di pasar sepeda motor listrik,” sebut Honda dikutip Selasa (21/5/2025).
Secara industri, permintaan motor listrik global dan kendaraan roda dua secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh pesat. Honda memperkirakan penjualan industri sepeda motor dunia akan naik dari 50 juta unit saat ini menjadi sekitar 60 juta unit pada tahun 2030, seiring meningkatnya kebutuhan di kawasan Global South.
Sebagai pemimpin pasar motor global, Honda juga menyiapkan strategi untuk memperkuat efisiensi bahan bakar dan pengembangan model ramah lingkungan.