Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home global news detail berita

Ironi Pendidikan: Biaya Masuk PTN Jalur Mandiri Tembus Rp 1,5 M, Mendiktisaintek Angkat Bicara

tim langit 7 Sabtu, 06 Juni 2026 - 08:39 WIB
Ironi Pendidikan: Biaya Masuk PTN Jalur Mandiri Tembus Rp 1,5 M, Mendiktisaintek Angkat Bicara
LANGIT7.ID-Jakarta; Bayangkan, biaya untuk bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) disebut-sebut menyentuh angka fantastis: Rp 1,5 miliar. Bukan untuk biaya bangun gedung, bukan untuk riset luar negeri, melainkan hanya untuk membuka pintu masuk lewat jalur mandiri.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, membuka aib publik ini di ruang rapat. Dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di kompleks parlemen, Selasa (2/6/2026), Habib mengungkapkan fakta di lapangan yang selama ini hanya jadi bisik-bisik.

"Di Bandung, beberapa PTN ternama untuk fakultas dan jurusan tertentu, itu sudah jadi rahasia umum. Biayanya ada yang Rp 1 miliar, bahkan Rp 1,5 miliar," ujar Habib dengan tegas, seraya sengaja tidak menyebut nama kampus untuk menjaga etika namun tetap menggetirkan publik.


Kesenjangan di Bawah Nama "Mandiri"


Dunia pendidikan kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik: Apakah kampus negeri hanya untuk orang kaya?

Habib menyoroti ironi sistem ini. Jalur mandiri yang seharusnya menjadi kesempatan kedua bagi siswa berprestasi yang gagal di jalur undangan (SNBP) dan tes (SNBT), nyatanya menjelma menjadi ajang lelang. Akibatnya, mahasiswa cerdas dari kantong pas-pasan tersingkir oleh mereka yang kuat kantong, bukan kuat otak.

"Kalau antar orang tua calon mahasiswa sekarang selorohannya begini: 'Ah, kamu kurang bayar, harusnya kamu sekian (bayar lagi)'," kelakar Habib menirukan suasana pahit yang berkembang di masyarakat.

Lebih parah lagi, ia mengingatkan adanya istilah "Mandiri Tambahan". Jika jalur mandiri saja sudah mahal, lalu apa lagi jalur mandiri tambahan? "Ini kotak hitam. Publik susah membedakan, lolos karena nilai tinggi atau karena sanggup bayar?" tegasnya.


Mendiktisaintek: "Itu Tidak Boleh"


Menanggapi temuan yang memalukan ini, Mendiktisaintek Brian Yuliarto tidak tinggal diam. Ia mengakui bahwa aturan saat ini jelas melarang praktik tersebut.

"Seharusnya tidak boleh. Yang semahal itu jelas melanggar aturan," kata Brian dengan nada serius.

Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi yang berlaku, besaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau yang kita kenal sebagai uang pangkal maksimal hanya empat kali lipat dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) tertinggi di jurusan tersebut.

Artinya, jika UKT termahal suatu fakultas kedokteran adalah Rp 50 juta, maka IPI maksimalnya adalah Rp 200 juta, bukan Rp 1,5 miliar. Selisihnya yang mencapai lebih dari satu miliar rupiah itulah yang kini tengah diselidiki.

Brian pun berjanji akan mengeluarkan surat edaran ulang sebagai bentuk teguran. "Kami akan tindak lanjuti. Jika ada pelanggaran, laporkan ke kami," janjinya.


Fakta di Balik Layar: Siapa Paling Mahal?


Meski tanpa menyebut nama kampus, dalam praktiknya biaya jalur mandiri tertinggi biasanya berada di rumpun jurusan Kedokteran. IPI di jurusan ini bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan jurusan sosial atau teknik. Dan yang menjadi ironi kedua, UKT-nya pun juga paling mahal.

"Bayar mahal di awal, bayar mahal tiap semester," begitu kira-kira nasib calon dokter dari jalur mandiri yang orang tuanya rela merogoh kocek super dalam.(*/saf/tvparlemen)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)