home masjid

Imam Al-Ghazali: Tujuan Disiplin Moral Memurnikan Hati dari Karat Nafsu dan Amarah

Senin, 26 Mei 2025 - 17:15 WIB
Orang yang tidak menyadari hal ini tidak berhak menyangkal kebenarannya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Imam Al-Ghazali mengatakan penanaman kualitas-kualitas setan, hewan, ataupun malaikat akan menghasilkan watak-watak yang sesuai dengan kualitas tersebut, yang di Hari Perhitungan akan diwujudkan dalam bentuk kasatmata.

"Misalnya, nafsu akan tampak sebagai babi, sifat ganas sebagai anjing dan serigala, serta kesucian sebagai malaikat," tutur Al-Ghazali dalam bukunya berjudul "The Alchemy of Happiness" yang diterjemahkan Haidar Bagir menjadi "Kimia Kebahagiaan" (Mizan, 1979).

Tujuan dari disiplin moral adalah untuk memurnikan hati dari karat-nafsu dan amarah, sehingga hati menjadi seperti cermin yang jernih dan mampu memantulkan cahaya Tuhan.

Barangkali ada yang berkeberatan, kata Al-Ghazali, “Tetapi jika manusia telah diciptakan dengan kualitas-kualitas hewan, setan, dan malaikat, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kualitas malaikat merupakan esensi sejatinya, sementara kualitas hewan dan setan hanyalah aksidental dan sementara?”

Baca juga: Imam Al-Ghazali: Mengenal Diri dengan Menyadari Memiliki Jasad dan Hati

Menurut Al-Ghazali, untuk pertanyaan ini, ia jawab bahwa esensi setiap makhluk adalah sesuatu yang tertinggi dalam dirinya dan bersifat khas.

Kuda dan keledai, keduanya adalah hewan pengangkut beban. Namun, kuda lebih unggul karena digunakan untuk peperangan. Jika gagal dalam hal itu, ia pun turun ke tingkatan sekadar hewan beban.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya