Masjid Keren di Semarang, Desain Bangunan Mirip Kedai Kopi
Fajar adhitya
Kamis, 30 September 2021 - 15:30 WIB
Masjid keren di Semarang, desain bangunan mirip kedai kopi. (Foto: Istimewa).
Masjid keren di Semarang ini memiliki desain bangunan mirip kedai kopi. Namun siapa sangka tempat itu sesungguhnya baitullah yang dinamai Masjid Achmad bin Adenan.
Rumah ibadah unik ini berlokasi di Jalan MH Thamrin, Semarang, Jawa Tengah. Masjid keren di Semarang ini dibuat dari petikemas atau kontainer yang disusun apik.
Penataanya membuat rumah ibadah yang dikenal sebagai Masjid Kontainer ini terlihat seperti kedai kopi. Dari luar, Masjid Kontainer tampak meriah dengan balutan cat warna-warni, deretan lampu hias aneka warna yang cantik ketika malam tiba.
Saat masuk ke bagian dalam, jamaah akan menikmati nuansa minimalis pada ruang shalat. Interior lantai dan plafon dari kayu dengan dinding didominanasi warna putih.
Ruang ibadah terasa nyaman dengan dipasangnya air conditioner dan lampu pendar putih yang menguatkan kesan minimalis dan elegan. Bangunan ini juga memiliki mimbar, tempat imam, garis saf untuk makmum, serta penanda waktu shalat.
Masjid yang dibangun pada 2020 memang sengaja mengambil konsep kedai kopi untuk menarik minat anak muda terhadap agama Islam. Masjid dibangun dari susunan empat kontainer dapat menampung sekitar 40 hingga 50 jamaah.
Selan ruang shalat, Masjid Kontainer juga menyediakan kafe sungguhan di pelataran sebagai sarana rekreasi. Pengurus masjid mengklaim inilah masjid pertama dan satu-satunya di Kota Semarang yang dibangun dari susunan peti kemas.
Rumah ibadah unik ini berlokasi di Jalan MH Thamrin, Semarang, Jawa Tengah. Masjid keren di Semarang ini dibuat dari petikemas atau kontainer yang disusun apik.
Penataanya membuat rumah ibadah yang dikenal sebagai Masjid Kontainer ini terlihat seperti kedai kopi. Dari luar, Masjid Kontainer tampak meriah dengan balutan cat warna-warni, deretan lampu hias aneka warna yang cantik ketika malam tiba.
Saat masuk ke bagian dalam, jamaah akan menikmati nuansa minimalis pada ruang shalat. Interior lantai dan plafon dari kayu dengan dinding didominanasi warna putih.
Ruang ibadah terasa nyaman dengan dipasangnya air conditioner dan lampu pendar putih yang menguatkan kesan minimalis dan elegan. Bangunan ini juga memiliki mimbar, tempat imam, garis saf untuk makmum, serta penanda waktu shalat.
Masjid yang dibangun pada 2020 memang sengaja mengambil konsep kedai kopi untuk menarik minat anak muda terhadap agama Islam. Masjid dibangun dari susunan empat kontainer dapat menampung sekitar 40 hingga 50 jamaah.
Selan ruang shalat, Masjid Kontainer juga menyediakan kafe sungguhan di pelataran sebagai sarana rekreasi. Pengurus masjid mengklaim inilah masjid pertama dan satu-satunya di Kota Semarang yang dibangun dari susunan peti kemas.
(bal)