home global news

Menbud Fadli Zon Resmikan Pusat Budaya Borobudur, Macron & Brigitte Saksikan Pameran Langka

Kamis, 29 Mei 2025 - 22:04 WIB
Menbud Fadli Zon Resmikan Pusat Budaya Borobudur, Macron & Brigitte Saksikan Pameran Langka
LANGIT7.ID-Magelang;Candi Borobudur kembali menjadi sorotan internasional saat Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron mengunjungi situs warisan dunia tersebut pada Kamis, 29 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kenegaraan Presiden Macron di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyambut langsung Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dan meresmikan pendirian Borobudur Cultural Center (BCC)—sebuah inisiatif strategis untuk menjadikan Borobudur sebagai pusat budaya, edukasi, spiritualitas, dan kolaborasi internasional.

Peresmian BCC ini menandai babak baru dalam diplomasi budaya Indonesia–Prancis, yang dilanjutkan dengan pembukaan pameran tematik bertajuk Borobudur: Simfoni Peradaban. Pameran tersebut menampilkan 108 objek budaya yang menggambarkan kosmopolitanisme Jawa Kuno, dilengkapi dengan narasi sejarah, artefak, dan dokumentasi arkeologis.

Pameran terbagi dalam dua bagian utama:

Pertama, Sound of Borobudur, yang menyajikan sekitar 40 alat musik hasil rekonstruksi dari lebih 200 panel relief Borobudur. Proyek ini digarap Yayasan Padma Sada Svargantara bersama para seniman nasional seperti Purwa Tjaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana. Instrumen-instrumen tersebut menggambarkan keberagaman budaya musikal Nusantara pada abad ke-8.

Kedua, Kekuatan dan Spiritualitas: Senjata Tradisional Nusantara dalam Relief Borobudur, menampilkan 50 senjata dan pusaka dari komunitas budaya di Madura, Madiun, Karanganyar, serta koleksi pribadi Fadli Zon Library dan Padepokan Brojobuwono. Pameran ini juga menyertakan 6 objek ritual Buddha dari perunggu dan batu, dua kelapa arca Buddha, dan satu arca Buddha Akshobhya dari Borobudur.

Tak hanya itu, koleksi artefak dari Sungai Musi, Palembang, turut dipamerkan untuk menegaskan kontinuitas budaya dari Sumatera hingga Jawa pada masa pembangunan Borobudur. Pameran ini disokong dengan riset arkeologis, naskah kuno, dan catatan pemugaran yang menjadikan Borobudur sebagai simbol perpustakaan tanpa batas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya