home global news

China Memikat Malaysia dan Indonesia dengan Investasi Besar-besaran. Apakah Rencana Ini Berhasil?

Sabtu, 31 Mei 2025 - 19:22 WIB
China Memikat Malaysia dan Indonesia dengan Investasi Besar-besaran. Apakah Rencana Ini Berhasil?
LANGIT7.ID-Jakarta; China menargetkan Asia Tenggara dengan proyek-proyek seperti kawasan industri, pelabuhan, pabrik pengolahan nikel, pabrik mobil, dan banyak lagi. Serial CNA China And The Global South mengkaji dampaknya di tengah ketidakpastian akibat tarif impor AS.

Jika Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dipaksa memilih antara dua kekuatan global, 71% rakyat Malaysia lebih memilih China daripada Amerika Serikat.

Data tersebut berasal dari survei State of Southeast Asia 2025 yang dirilis bulan lalu oleh ISEAS – Yusof Ishak Institute di Singapura.

Menurut Ong Kian Ming, mantan Wakil Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, selain tarif impor Donald Trump, salah satu alasan dukungan Malaysia terhadap China adalah "pentingnya ekonomi China yang terus tumbuh" di kawasan ini.

Masyarakat bisa melihatnya melalui sektor pariwisata, investasi asing langsung (FDI) di berbagai bidang, bahkan "kehadiran lebih banyak warga China yang datang ke Malaysia untuk membuka usaha," ujarnya.

Transformasi Proton, merek mobil nasional Malaysia, dan proyek East Coast Rail Link yang akan segera beroperasi—keduanya melibatkan peran besar Beijing—adalah contoh nyata mengapa rakyat Malaysia optimis bekerja sama dengan China.

Sementara di Indonesia, survei Maret tahun lalu menunjukkan sekitar 73% warga Indonesia menganggap aktivitas Beijing di Laut China Selatan sebagai ancaman bagi kedaulatan negara mereka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya