Menbud Fadli Zon Raih Anugerah Cultural Statesman di Javanese Cultural Awards 2025, Diakui Dunia Budaya Jawa
Tim langit 7
Rabu, 04 Juni 2025 - 13:57 WIB
Menbud Fadli Zon Raih Anugerah Cultural Statesman di Javanese Cultural Awards 2025, Diakui Dunia Budaya Jawa
LANGIT7.ID-Surakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima Anugerah Praba Nawasena Budaya kategori Cultural Statesman of Indonesia dalam program Javanese Cultural Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Penghargaan ini diberikan atas pengabdian, pengorbanan, kepeloporan, serta kiprah kepemimpinan dalam dalam pengembangan dan pemajuan budaya Jawa.
Plh. Rektor UNS, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, Dr. Fitria Rahmawati menyampaikan, “Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemajuan kebudayaan Jawa, UNS melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret menginisiasi dua program unggulan, yaitu UNS Jawametrik dan Javanese Cultural Awards. Melalui kedua program ini, diharapkan terwujud ekosistem budaya Jawa yang lebih kuat, relevan, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Hadir dalam malam penganugerahan ini kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, seniman budayawan Jawa, dan pengageng Kraton Solo. Hadir juga Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani; Plh. Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. Fitria Rahmawati; dan Kepala PUI Javanologi, Prof. Sahid Teguh Widodo.
Penerima penghargaan ini dipilih berdasarkan kriteria rekam jejak dalam bidang pelestarian budaya Jawa, memberikan kontribusi berdampak luas bagi masyarakat, serta aktif melakukan diseminasi pengetahuan dan nilai-nilai budaya Jawa.
Menbud Fadli Zon dinilai memenuhi berbagai kriteria sebagai penerima penghargaan berdasarkan capaian keberhasilan, antara lain pendirian Fadli Zon Library di Jakarta yang menyimpan dan merawat banyak manuskrip Jawa, keris, buku tua dan koran tua; Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Sumatra Barat; Rumah Kreatif Fadli Zon di Depok yang menyimpan 8000 wayang. Fadli Zon juga Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia. Fadli juga menulis sejumlah buku tentang keris dan wayang. Bahkan pada usia 20 tahun pernah menulis tentang “Sosok Ronggowarsito di Pentas Politik dan Seni Budaya Jawa” di jurnal ilmiah Prisma.
Ia pernah menjadi Dewan Redaksi majalah sastra Horison dan sejumlah media cetak. Fadli menerima gelar Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat (2010) dan Kanjeng Pangeran Aryo Kusumoyudho (2011) dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Bhakti Karya Nusantara, Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, dan Tanda Kehormatan Indonesia Bintang Mahaputra (2020).
Dalam sambutannya, Fadli menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas penghargaan yang diterimanya. “Anugerah Praba Nawasena Budaya ini merupakan suatu amanat kolektif yang merepresentasikan perjuangan dan dedikasi para pelaku budaya di seluruh tanah air,” ujarnya. “Karena itu, penghargaan ini saya terima dengan penuh kerendahan hati sebagai penghormatan bagi semua pelaku budaya yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga dan menghidupkan warisan luhur bangsa.”
Plh. Rektor UNS, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, Dr. Fitria Rahmawati menyampaikan, “Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemajuan kebudayaan Jawa, UNS melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret menginisiasi dua program unggulan, yaitu UNS Jawametrik dan Javanese Cultural Awards. Melalui kedua program ini, diharapkan terwujud ekosistem budaya Jawa yang lebih kuat, relevan, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Hadir dalam malam penganugerahan ini kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, seniman budayawan Jawa, dan pengageng Kraton Solo. Hadir juga Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani; Plh. Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. Fitria Rahmawati; dan Kepala PUI Javanologi, Prof. Sahid Teguh Widodo.
Penerima penghargaan ini dipilih berdasarkan kriteria rekam jejak dalam bidang pelestarian budaya Jawa, memberikan kontribusi berdampak luas bagi masyarakat, serta aktif melakukan diseminasi pengetahuan dan nilai-nilai budaya Jawa.
Menbud Fadli Zon dinilai memenuhi berbagai kriteria sebagai penerima penghargaan berdasarkan capaian keberhasilan, antara lain pendirian Fadli Zon Library di Jakarta yang menyimpan dan merawat banyak manuskrip Jawa, keris, buku tua dan koran tua; Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Sumatra Barat; Rumah Kreatif Fadli Zon di Depok yang menyimpan 8000 wayang. Fadli Zon juga Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia. Fadli juga menulis sejumlah buku tentang keris dan wayang. Bahkan pada usia 20 tahun pernah menulis tentang “Sosok Ronggowarsito di Pentas Politik dan Seni Budaya Jawa” di jurnal ilmiah Prisma.
Ia pernah menjadi Dewan Redaksi majalah sastra Horison dan sejumlah media cetak. Fadli menerima gelar Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat (2010) dan Kanjeng Pangeran Aryo Kusumoyudho (2011) dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Bhakti Karya Nusantara, Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, dan Tanda Kehormatan Indonesia Bintang Mahaputra (2020).
Dalam sambutannya, Fadli menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas penghargaan yang diterimanya. “Anugerah Praba Nawasena Budaya ini merupakan suatu amanat kolektif yang merepresentasikan perjuangan dan dedikasi para pelaku budaya di seluruh tanah air,” ujarnya. “Karena itu, penghargaan ini saya terima dengan penuh kerendahan hati sebagai penghormatan bagi semua pelaku budaya yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga dan menghidupkan warisan luhur bangsa.”