Djokovic Sukses Tumbangkan Zverev, di Semifinal Roland Garros Hadapi Jannik Sinner: Duel Idial, Siapa Terbaik?
Sururi al faruq
Kamis, 05 Juni 2025 - 05:33 WIB
Djokovic Sukses Tumbangkan Zverev, di Semifinal Roland Garros Hadapi Jannik Sinner: Duel Idial, Siapa Terbaik?
LANGIT7.ID-Paris; Momen krusial datang lebih dari 2,5 jam setelah pertandingan dimulai dalam kemenangan Novak Djokovic atas Alexander Zverev di perempat final French Open. Di set keempat, Djokovic unggul, tetapi Zverev memiliki kesempatan break point untuk kembali bangkit dalam pertandingan yang digelar Rabu (waktu setempat) itu.
Keduanya terlibat dalam reli 41 pukulan—terpanjang di malam yang berangin itu—dan Djokovic keluar sebagai pemenang setelah menembakkan forehand winner. Usai poin itu, dia berdiri diam, terengah-engah dengan tangan di pinggang, menatap ke arah penonton di Court Philippe-Chatrier yang memberikan standing ovation.
Djokovic memang sudah berusia 38 tahun. Musim ini, dia sempat mengalami dua kali tren tiga kekalahan beruntun dan turun ke peringkat enam dunia. Namun, tekad dan kemampuannya untuk tampil terbaik di momen besar tak pernah berubah—dan kini dia tinggal dua kemenangan lagi dari gelar Grand Slam ke-25 yang akan memecahkan rekor.
Djokovic terbukti terlalu tangguh untuk Zverev, unggulan ketiga yang 10 tahun lebih muda dan runner-up Roland-Garros tahun lalu. Dengan skor 4-6, 6-3, 6-2, 6-4, Djokovic melaju ke semifinal untuk menghadapi Jannik Sinner, pemain nomor satu dunia.
Sebelumnya, Sinner melanjutkan dominasinya dengan mengalahkan Alexander Bublik 6-1, 7-5, 6-0. Sinner tidak hanya belum kehilangan satu set pun sejauh ini, tetapi juga hanya melepas 36 game dalam lima pertandingan.
Jumat nanti akan terjadi pertarungan sengit antara Djokovic—yang dianggap banyak orang sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah—dan Sinner—pemain terbaik saat ini. Keduanya imbang 4-4 dalam rekor head-to-head, tetapi Sinner menang dalam tiga pertemuan terakhir.
Keduanya terlibat dalam reli 41 pukulan—terpanjang di malam yang berangin itu—dan Djokovic keluar sebagai pemenang setelah menembakkan forehand winner. Usai poin itu, dia berdiri diam, terengah-engah dengan tangan di pinggang, menatap ke arah penonton di Court Philippe-Chatrier yang memberikan standing ovation.
Djokovic memang sudah berusia 38 tahun. Musim ini, dia sempat mengalami dua kali tren tiga kekalahan beruntun dan turun ke peringkat enam dunia. Namun, tekad dan kemampuannya untuk tampil terbaik di momen besar tak pernah berubah—dan kini dia tinggal dua kemenangan lagi dari gelar Grand Slam ke-25 yang akan memecahkan rekor.
Djokovic terbukti terlalu tangguh untuk Zverev, unggulan ketiga yang 10 tahun lebih muda dan runner-up Roland-Garros tahun lalu. Dengan skor 4-6, 6-3, 6-2, 6-4, Djokovic melaju ke semifinal untuk menghadapi Jannik Sinner, pemain nomor satu dunia.
Sebelumnya, Sinner melanjutkan dominasinya dengan mengalahkan Alexander Bublik 6-1, 7-5, 6-0. Sinner tidak hanya belum kehilangan satu set pun sejauh ini, tetapi juga hanya melepas 36 game dalam lima pertandingan.
Jumat nanti akan terjadi pertarungan sengit antara Djokovic—yang dianggap banyak orang sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah—dan Sinner—pemain terbaik saat ini. Keduanya imbang 4-4 dalam rekor head-to-head, tetapi Sinner menang dalam tiga pertemuan terakhir.