Drama Duel Djokovic VS Sinner: Adu Kecepatan Anak Muda dan Taktik Membingungkan Peraih 24 Grand Slam
Sururi al faruq
Kamis, 05 Juni 2025 - 19:44 WIB
Drama Duel Djokovic VS Sinner: Adu Kecepatan Anak Muda dan Taktik Membingungkan Peraih 24 Grand Slam
LANGIT7.ID-Paris; Novak Djokovic, juara 24 Grand Slam tampil gemilang melawan Alexander Zverev. Namun kini petenis Serbia itu harus menghadapi lompatan besar kecepatan dari seberang net yang bakal dimainkan bakal lawannya di semifinal, Jannik Sinner.
"Ini momen saya fokus dan memberikan yang terbaik," kata Novak Djokovic. "Saya berkembang di Grand Slam."
Jika masih ada keraguan tentang hal ini, ia memberikan bukti yang dibutuhkan melalui kemenangan melelahkan dalam empat set atas Zverev pada Rabu. Djokovic, yang hanya meraih satu gelar ATP dalam satu setengah tahun terakhir, menampilkan performa ala masa kejayaannya untuk mengalahkan unggulan ketiga itu.
Ia menghasilkan lebih banyak ace dan pemenang rally dibanding pemain Jerman yang terkenal servis besar itu. Persentase servis pertamanya mencapai 71% dan hanya sekali kehilangan servis di awal pertandingan. Ia memenangkan poin-poin kritis dengan servis-and-voli, sukses 27 dari 37 net approach, dan di set terakhir menyelamatkan break point dengan forehand passing shot setelah rally 34 pukulan. Setiap kali tak boleh gagal, Djokovic tak meleset.
Singkatnya, pemain 38 tahun yang sempat tersandung di paruh pertama musim ini, kalah dua kali di babak pertama Masters 1000, dan memecat pelatihnya, kini kembali ke puncak performa tepat pada waktunya. Apakah kita mengira lain? Saya sendiri sempat meragukan kemampuannya menang tujuh pertandingan best-of-five di tanah liat. Kini tinggal dua lagi.
Salah satunya akan menghadapi Jannik Sinner, pemain nomor satu dunia yang menang 19 pertandingan beruntun di major. Yang lebih penting, pemain Italia ini juga menang tiga laga terakhir (dan empat dari lima pertemuan terakhir) melawan Djokovic.
Si Serbia pahami tantangan ini.
"Ini momen saya fokus dan memberikan yang terbaik," kata Novak Djokovic. "Saya berkembang di Grand Slam."
Jika masih ada keraguan tentang hal ini, ia memberikan bukti yang dibutuhkan melalui kemenangan melelahkan dalam empat set atas Zverev pada Rabu. Djokovic, yang hanya meraih satu gelar ATP dalam satu setengah tahun terakhir, menampilkan performa ala masa kejayaannya untuk mengalahkan unggulan ketiga itu.
Ia menghasilkan lebih banyak ace dan pemenang rally dibanding pemain Jerman yang terkenal servis besar itu. Persentase servis pertamanya mencapai 71% dan hanya sekali kehilangan servis di awal pertandingan. Ia memenangkan poin-poin kritis dengan servis-and-voli, sukses 27 dari 37 net approach, dan di set terakhir menyelamatkan break point dengan forehand passing shot setelah rally 34 pukulan. Setiap kali tak boleh gagal, Djokovic tak meleset.
Singkatnya, pemain 38 tahun yang sempat tersandung di paruh pertama musim ini, kalah dua kali di babak pertama Masters 1000, dan memecat pelatihnya, kini kembali ke puncak performa tepat pada waktunya. Apakah kita mengira lain? Saya sendiri sempat meragukan kemampuannya menang tujuh pertandingan best-of-five di tanah liat. Kini tinggal dua lagi.
Salah satunya akan menghadapi Jannik Sinner, pemain nomor satu dunia yang menang 19 pertandingan beruntun di major. Yang lebih penting, pemain Italia ini juga menang tiga laga terakhir (dan empat dari lima pertemuan terakhir) melawan Djokovic.
Si Serbia pahami tantangan ini.