Akibat Islamofobia, Wali Kota London Dikawal Belasan Polisi Tiap Hari
Muhajirin
Kamis, 30 September 2021 - 22:31 WIB
Wali Kota London, Sadiq Khan Foto: Anadolu Agency
Ada risiko besar yang dihadapi pejabat publik bila ia berasal dari kaum minoritas, seperti dialami Wali Kota London, Sadiq Khan, seorang muslim berdarah Asia.
Pada acara di konferensi tahunan Partai Buruh, dia mengatakan telah menerima sejumlah ancaman pembunuhan dan kecaman sejak menjadi wali kota pada 2016.
Rupanya tak hanya dia, Sadiq juga menyebut para pesepakbola Inggris tak luput dari pelecehan rasis setelah Euro 2020. Khan mengaku dia memiliki 15 petugas polisi yang selalu menjaganya tetap aman sepanjang waktu.
Awalnya Khan sempat menolak perlindungan polisi saat dia pertama kali terpilih menjadi wali kota. Namun seiring berjalannya waktu, ia setuju meminta kawalan polisi penuh pada tahun 2017, juga atas bujukan beberapa orang di sekitarnya.
“Saya memiliki kewajiban untuk merawat staf saya dan saya mencintai keluarga saya,” kata Khan, dilansir BBC, Kamis (30/9/2021).
Pengawalan ketat ini berarti seseorang tidak dapat melakukan apa pun secara spontan, termasuk berjalan-jalan, mengendarai sepeda atau membuka pintu depan rumahnya sendiri.
Pada Agustus, sebuah artikel surat kabar mengkritik wali kota karena bepergian dengan konvoi tiga kendaraan ke Battersea Park yang berjarak empat setengah mil dari rumahnya untuk membawa anjingnya Luna jalan-jalan.
Pada acara di konferensi tahunan Partai Buruh, dia mengatakan telah menerima sejumlah ancaman pembunuhan dan kecaman sejak menjadi wali kota pada 2016.
Rupanya tak hanya dia, Sadiq juga menyebut para pesepakbola Inggris tak luput dari pelecehan rasis setelah Euro 2020. Khan mengaku dia memiliki 15 petugas polisi yang selalu menjaganya tetap aman sepanjang waktu.
Awalnya Khan sempat menolak perlindungan polisi saat dia pertama kali terpilih menjadi wali kota. Namun seiring berjalannya waktu, ia setuju meminta kawalan polisi penuh pada tahun 2017, juga atas bujukan beberapa orang di sekitarnya.
“Saya memiliki kewajiban untuk merawat staf saya dan saya mencintai keluarga saya,” kata Khan, dilansir BBC, Kamis (30/9/2021).
Pengawalan ketat ini berarti seseorang tidak dapat melakukan apa pun secara spontan, termasuk berjalan-jalan, mengendarai sepeda atau membuka pintu depan rumahnya sendiri.
Pada Agustus, sebuah artikel surat kabar mengkritik wali kota karena bepergian dengan konvoi tiga kendaraan ke Battersea Park yang berjarak empat setengah mil dari rumahnya untuk membawa anjingnya Luna jalan-jalan.