Global March to Gaza
Tertahan di Kairo, Wanda Hamidah Kabarkan Sehat Walfiat
Esti setiyowati
Senin, 16 Juni 2025 - 16:12 WIB
Wanda Hamidah ikut bergabung dengan ribuan aktivis dunia di aksi damai Global March to Gaza. Foto: Instagram/wandahamidahbsa.
Sejumlah artis Indonesia mengikuti aksi damai untuk Palestina, Global March to Gaza. Wanda Hamidahhingga Zaskia Adya Mecca bertolak ke Kairo, Mesir pada Kamis (12/6/2025) untuk bergabung dengan ribuan aktivis dari belahan dunia lain dalam aksi tersebut.
Lewat unggahan di Instagram, eks presenter televisi Wanda Hamidah memberi kabar terbaru keberadaan dirinya dan rombongan.
Wanda mengatakan, ia dan rombongan belum berhasil tembus ke Ismailia karena masih tertahan di Kairo. Hal ini disebabkan karena aparat setempat yang mengawasi dirinya dan perwakilan Indonesia lainnya selama 24 jam.
Baca juga: 4 Artis Berhijab Ini Ikut Global March to Gaza, Suarakan Dukungan untuk Palestina
"Di sini kami berada di Kairo, dengan polisi mengawasi kami 24 jam, mereka mengatakan kami tidak dapat meninggalkan Kairo (ke Ismailia)," urai Wanda Hamidah dalam keterangan unggahan, Senin (16/6/2025).
Wanda menjelaskan, penghadangan yang dilakukan kepolisian setempat pada sejumlah aktivis dilakukan semata-mata untuk keselamatan.
"Mereka mengatakan itu untuk 'keselamatan dan keamanan kami sendiri'," tambahnya.
Lewat unggahan di Instagram, eks presenter televisi Wanda Hamidah memberi kabar terbaru keberadaan dirinya dan rombongan.
Wanda mengatakan, ia dan rombongan belum berhasil tembus ke Ismailia karena masih tertahan di Kairo. Hal ini disebabkan karena aparat setempat yang mengawasi dirinya dan perwakilan Indonesia lainnya selama 24 jam.
Baca juga: 4 Artis Berhijab Ini Ikut Global March to Gaza, Suarakan Dukungan untuk Palestina
"Di sini kami berada di Kairo, dengan polisi mengawasi kami 24 jam, mereka mengatakan kami tidak dapat meninggalkan Kairo (ke Ismailia)," urai Wanda Hamidah dalam keterangan unggahan, Senin (16/6/2025).
Wanda menjelaskan, penghadangan yang dilakukan kepolisian setempat pada sejumlah aktivis dilakukan semata-mata untuk keselamatan.
"Mereka mengatakan itu untuk 'keselamatan dan keamanan kami sendiri'," tambahnya.