Trump Sebut Iran “Benar-Benar Tak Berdaya”, Bungkam soal Kemungkinan AS Ikut Serang
Nabil
Kamis, 19 Juni 2025 - 09:40 WIB
Trump Sebut Iran Benar-Benar Tak Berdaya, Bungkam soal Kemungkinan AS Ikut Serang
LANGIT7.ID-Jakarta;Serangan rudal dari Iran pada Rabu (19/6) dini hari tidak menimbulkan korban jiwa, termasuk satu rudal tambahan yang ditembakkan malam harinya. Sementara itu, militer Israel masih terus menggempur Iran memasuki hari keenam perang.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat ditanya apakah AS akan ikut campur dalam konflik Israel-Iran, hanya menjawab dengan gaya menggantung: "Mungkin saya akan lakukan, mungkin juga tidak. Tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan," ujarnya di halaman Gedung Putih.
Trump mengklaim bahwa pihak Iran sudah “menghubungi” untuk bernegosiasi. Ia menyindir, "Kenapa tidak negosiasi dua minggu lalu? Kamu masih bisa selamat. Masih bisa punya negara." Trump bahkan mengatakan Iran sampai meminta pertemuan darurat di Gedung Putih—klaim yang langsung dibantah keras oleh pemerintah Iran di media sosial.
Baca juga: Putin Tawarkan Jalur Damai Iran dan Israel, Ini Syaratnya
Dalam konferensi pers di televisi, Trump menyatakan bahwa Iran kini dalam kondisi "benar-benar tak berdaya."
"Mereka sudah menghubungi kami. Tapi saya bilang, ini sudah sangat terlambat. Situasinya sudah jauh berbeda dibanding seminggu lalu," kata Trump. "Mereka bahkan menyarankan untuk datang ke Gedung Putih. Itu sikap berani, tapi tidak mudah bagi mereka. Tapi mereka yang usul, karena saya tidak bisa ke sana sekarang, mengingat situasi."
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak ajakan menyerah tanpa syarat dari Trump. Dalam pernyataan yang dibacakan lewat televisi pemerintah, Khamenei mengatakan Iran tidak akan tunduk begitu saja.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat ditanya apakah AS akan ikut campur dalam konflik Israel-Iran, hanya menjawab dengan gaya menggantung: "Mungkin saya akan lakukan, mungkin juga tidak. Tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan," ujarnya di halaman Gedung Putih.
Trump mengklaim bahwa pihak Iran sudah “menghubungi” untuk bernegosiasi. Ia menyindir, "Kenapa tidak negosiasi dua minggu lalu? Kamu masih bisa selamat. Masih bisa punya negara." Trump bahkan mengatakan Iran sampai meminta pertemuan darurat di Gedung Putih—klaim yang langsung dibantah keras oleh pemerintah Iran di media sosial.
Baca juga: Putin Tawarkan Jalur Damai Iran dan Israel, Ini Syaratnya
Dalam konferensi pers di televisi, Trump menyatakan bahwa Iran kini dalam kondisi "benar-benar tak berdaya."
"Mereka sudah menghubungi kami. Tapi saya bilang, ini sudah sangat terlambat. Situasinya sudah jauh berbeda dibanding seminggu lalu," kata Trump. "Mereka bahkan menyarankan untuk datang ke Gedung Putih. Itu sikap berani, tapi tidak mudah bagi mereka. Tapi mereka yang usul, karena saya tidak bisa ke sana sekarang, mengingat situasi."
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak ajakan menyerah tanpa syarat dari Trump. Dalam pernyataan yang dibacakan lewat televisi pemerintah, Khamenei mengatakan Iran tidak akan tunduk begitu saja.