4 Zat Gizi Ini Membantu Menurunkan Risiko Dimensia
Fajar adhitya
Sabtu, 21 Juni 2025 - 06:53 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Demensia atau kepikunan adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut kumpulan gejala gangguan akibat penurunan fungsi otak yang cukup parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
Menurut informasi yang disiarkan di situs web resmi Kementerian Kesehatan, gejala yang dimaksud mencakup penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, kemampuan berkomunikasi, serta pengendalian perilaku dan emosi yang memburuk sampai mengganggu kemampuan bersosialisasi.
Sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi demensia, tetapi ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dijalankan.
Sebagaimana dikutip dalam siaranEating Wellpada para peneliti dari Universitas Columbia melakukan penelitian untuk mengetahui nutrisi-nutrisi yang berkaitan dengan penurunan dan peningkatan risiko demensia.
Hasil studi menunjukkan bahwa ada lima zat gizi yang berkaitan dengan penurunan risiko demensia, yakni isorhamnetin (sejenis flavonol), mangan, serat makanan, serta beta tokoferol dan beta tokotrienol (vitamin E).
Isorhamnetin atau flavonol dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, termasuk beri, ceri, pir, apel, anggur hijau, kacang almond, minyak biji bunga matahari, dan ginkgo biloba.
Mineral mangan terdapat dalam kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian utuh, dan sayuran berdaun hijau.
Menurut informasi yang disiarkan di situs web resmi Kementerian Kesehatan, gejala yang dimaksud mencakup penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, kemampuan berkomunikasi, serta pengendalian perilaku dan emosi yang memburuk sampai mengganggu kemampuan bersosialisasi.
Sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi demensia, tetapi ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dijalankan.
Sebagaimana dikutip dalam siaranEating Wellpada para peneliti dari Universitas Columbia melakukan penelitian untuk mengetahui nutrisi-nutrisi yang berkaitan dengan penurunan dan peningkatan risiko demensia.
Hasil studi menunjukkan bahwa ada lima zat gizi yang berkaitan dengan penurunan risiko demensia, yakni isorhamnetin (sejenis flavonol), mangan, serat makanan, serta beta tokoferol dan beta tokotrienol (vitamin E).
Isorhamnetin atau flavonol dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, termasuk beri, ceri, pir, apel, anggur hijau, kacang almond, minyak biji bunga matahari, dan ginkgo biloba.
Mineral mangan terdapat dalam kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian utuh, dan sayuran berdaun hijau.