Hadiri Penutupan Grebeg Suro, Menteri Kebudayaan Sampaikan Reog Sebagai Cerminan Kekayaan Budaya Indonesia
Tim langit 7
Jum'at, 27 Juni 2025 - 14:42 WIB
Hadiri Penutupan Grebeg Suro, Menteri Kebudayaan Sampaikan Reog Sebagai Cerminan Kekayaan Budaya Indonesia
LANGIT7.ID–Ponorogo;Ponorogo kembali menyelenggarakan perhelatan budaya tahunan Grebeg Suro 2025. Digelar sejak 4 Juni hingga 29 Juni 2025, perayaan ini mengusung semangat pelestarian budaya Reog yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir langsung dalam penutupan Grebeg Suro di Alun-alun Ponorogo pada 26 Juni 2025, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Ponorogo dalam menjaga budaya nasional.
"Reog Ponorogo merupakan wujud nyata kekayaan budaya Indonesia, yang mencerminkan keragaman luar biasa atau apa yang ia sebut sebagai 'mega diversity'," ujar Menbud Fadli Zon.
Acara ini merupakan bagian dari penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram, yang dikemas dalam serangkaian kegiatan budaya, religi, olahraga, dan pertunjukan seni tradisional khas Ponorogo. Adapun Puncak acara Grebeg Suro berlangsung pada malam penutupan, 26–27 Juni 2025, yang ditandai dengan kirab pusaka, karnaval budaya, dan penampilan istimewa dari 40 hingga 41 grup Reog yang datang dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Papua.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), serta didukung oleh berbagai komunitas seni dan sponsor lokal. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa Grebeg Suro bukan hanya ajang tontonan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam melestarikan budaya leluhur sekaligus memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menbud menambahkan bagaimana Reog Ponorogo akhirnya ditetapkan sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO pada tanggal 3 Desember 2024 di Paraguay. Menurutnya, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi sebuah cerita dari perjalanan panjang yang dilakukan oleh para tokoh, seniman, paguyuban, dan budayawan dalam membawa Reog Ponorogo yang diakui oleh dunia.
“Kehadiran berbagai tokoh dan kalangan masyarakat pada pagelaran hari ini semakin membuktikan rasa cintanya terhadap warisan budaya Reog Ponorogo yang luar biasa ini,” tegas Fadli.
Dirinya menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen untuk memajukan kebudayaan Indonesia sesuai amanat konstitusi pasal 32 ayat 1. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, kebudayaan Indonesia harus menjadi pondasi bagi pembangunan bangsa.
"Reog Ponorogo merupakan wujud nyata kekayaan budaya Indonesia, yang mencerminkan keragaman luar biasa atau apa yang ia sebut sebagai 'mega diversity'," ujar Menbud Fadli Zon.
Acara ini merupakan bagian dari penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram, yang dikemas dalam serangkaian kegiatan budaya, religi, olahraga, dan pertunjukan seni tradisional khas Ponorogo. Adapun Puncak acara Grebeg Suro berlangsung pada malam penutupan, 26–27 Juni 2025, yang ditandai dengan kirab pusaka, karnaval budaya, dan penampilan istimewa dari 40 hingga 41 grup Reog yang datang dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Papua.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), serta didukung oleh berbagai komunitas seni dan sponsor lokal. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa Grebeg Suro bukan hanya ajang tontonan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam melestarikan budaya leluhur sekaligus memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menbud menambahkan bagaimana Reog Ponorogo akhirnya ditetapkan sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO pada tanggal 3 Desember 2024 di Paraguay. Menurutnya, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi sebuah cerita dari perjalanan panjang yang dilakukan oleh para tokoh, seniman, paguyuban, dan budayawan dalam membawa Reog Ponorogo yang diakui oleh dunia.
“Kehadiran berbagai tokoh dan kalangan masyarakat pada pagelaran hari ini semakin membuktikan rasa cintanya terhadap warisan budaya Reog Ponorogo yang luar biasa ini,” tegas Fadli.
Dirinya menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen untuk memajukan kebudayaan Indonesia sesuai amanat konstitusi pasal 32 ayat 1. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, kebudayaan Indonesia harus menjadi pondasi bagi pembangunan bangsa.