UMS dan PCIM Turki Bahas Digitalisasi Ekonomi Syariah di Forum Internasional Istanbul
Tim langit 7
Kamis, 10 Juli 2025 - 14:59 WIB
UMS dan PCIM Turki Bahas Digitalisasi Ekonomi Syariah di Forum Internasional Istanbul
LANGIT7.ID-Jakarta;Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Lazismu Turki menjalin kolaborasi dengan organisasi lokal YediHilal dalam menyelenggarakan forum internasional bertema “Empowering the Digital Muslim Generation: From Investment to Zakat Management”. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid pada Senin (7/7) di kantor pusat YediHilal, Istanbul, Turki. Forum ini dihadiri langsung oleh diaspora Indonesia serta sejumlah pelaku ekonomi syariah yang aktif di wilayah Turki.
Agenda ini memiliki tujuan untuk menjawab tantangan sekaligus peluang yang dapat hadir pada era digital terhadap kehidupan masyarakat Muslim, terkhusus pada bidang investasi, pengelolaan zaman, kewirausahaan dan etika teknologi. Maka, Wakil Sekretaris PCIM Turki, Muhammad Aunul Muwaffaq memaparkan tentang “Maqashid dan Mesin: Mencari keseimbangan di Era Digital”. Dalam pemaparannya tersebut, ia mengajak untuk meninjau ulang masalah utama tentang keseimbangan teknologi dan akhlak manusia di era digital ini.
“Kita perlu meninjau ulang fenomena yang terjadi pada era digital ini dengan memperhatikan masalah utama tentang keseimbangan teknologi dan akhlak yang dapat membawa manusia ke arah lebih baik, atau hanya lebih canggih. Hal ini agar kemajuan digital ini tidak mengakibatkan manusia mengalami kemunduran moral dan krisis kemanusiaan,” ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (10/7/2025).
Sementara itu, Rahmatdi mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memaparkan tentang pentingnya kesadaran finansial melalui investasi berbasis syariah yang didukung oleh teknologi finansial modern. Dalam hal tersebut, ia menekankan bahwa dengan instrumen keuangan yang semakin maju, maka hal tersebut akan dapat meningkatkan partisipasi para diaspora dalam pembangunan ekonomi secara global tanpa harus berjauhan dengan prinsip Islam.
“Penting untuk membangun kesadaran finansial melalui investasi yang berbasis syariah. Di era modern ini, akases terhadap instrumen keuangan syariah semakin maju, mudah, dan aman. Dengan perkembangan digitalisasi ini, pasti akan meningkatkan peluang para diaspora untuk dapat berpartisipasi lebih pada pembangunan ekonomi umat global tanpa harus meninggalkan prinsip islam,” terang Rahmandi yang merupakan dosen Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
Kemudian turut menambahkan terkait penguatan prinsip Islam dalam kewirausahaan, Mucahin Cetin selaku anggota organisasi YediHilal, turut membagikan pengalaman inspiratifnya terkait pelatihan dan pendidikan dalam rangka menghasilkan pengusaha muslim. Dalam poinnya tersebut, ia menjelaskan tentang kiat sukses dalam menjadi pelaku usaha sekaligus mengajak para peserta yang hadir untuk menjaga prinsip dan nilai islam pada aspek kewirausahaan.
“Menjadi seorang pelaku bisnis yang sukses tidak hanya soal profit, tetapi juga tentang menjaga prinsip Islam seperti keberanian dalam mengambil keputusan, kesabaran dalam menghadapi tantangan, rasa syukur atas hasil, dan menjaga akhlak dalam seluruh aspek bisnis,” ujar Mucahin Cetin.
Agenda ini memiliki tujuan untuk menjawab tantangan sekaligus peluang yang dapat hadir pada era digital terhadap kehidupan masyarakat Muslim, terkhusus pada bidang investasi, pengelolaan zaman, kewirausahaan dan etika teknologi. Maka, Wakil Sekretaris PCIM Turki, Muhammad Aunul Muwaffaq memaparkan tentang “Maqashid dan Mesin: Mencari keseimbangan di Era Digital”. Dalam pemaparannya tersebut, ia mengajak untuk meninjau ulang masalah utama tentang keseimbangan teknologi dan akhlak manusia di era digital ini.
“Kita perlu meninjau ulang fenomena yang terjadi pada era digital ini dengan memperhatikan masalah utama tentang keseimbangan teknologi dan akhlak yang dapat membawa manusia ke arah lebih baik, atau hanya lebih canggih. Hal ini agar kemajuan digital ini tidak mengakibatkan manusia mengalami kemunduran moral dan krisis kemanusiaan,” ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (10/7/2025).
Sementara itu, Rahmatdi mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memaparkan tentang pentingnya kesadaran finansial melalui investasi berbasis syariah yang didukung oleh teknologi finansial modern. Dalam hal tersebut, ia menekankan bahwa dengan instrumen keuangan yang semakin maju, maka hal tersebut akan dapat meningkatkan partisipasi para diaspora dalam pembangunan ekonomi secara global tanpa harus berjauhan dengan prinsip Islam.
“Penting untuk membangun kesadaran finansial melalui investasi yang berbasis syariah. Di era modern ini, akases terhadap instrumen keuangan syariah semakin maju, mudah, dan aman. Dengan perkembangan digitalisasi ini, pasti akan meningkatkan peluang para diaspora untuk dapat berpartisipasi lebih pada pembangunan ekonomi umat global tanpa harus meninggalkan prinsip islam,” terang Rahmandi yang merupakan dosen Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
Kemudian turut menambahkan terkait penguatan prinsip Islam dalam kewirausahaan, Mucahin Cetin selaku anggota organisasi YediHilal, turut membagikan pengalaman inspiratifnya terkait pelatihan dan pendidikan dalam rangka menghasilkan pengusaha muslim. Dalam poinnya tersebut, ia menjelaskan tentang kiat sukses dalam menjadi pelaku usaha sekaligus mengajak para peserta yang hadir untuk menjaga prinsip dan nilai islam pada aspek kewirausahaan.
“Menjadi seorang pelaku bisnis yang sukses tidak hanya soal profit, tetapi juga tentang menjaga prinsip Islam seperti keberanian dalam mengambil keputusan, kesabaran dalam menghadapi tantangan, rasa syukur atas hasil, dan menjaga akhlak dalam seluruh aspek bisnis,” ujar Mucahin Cetin.