Tingkatkan Kesadaran Mitigasi, BNPB Gelar Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Ambon
Muhajirin
Ahad, 03 Oktober 2021 - 13:19 WIB
Pembukaan Rangkaian Kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Kantor Gubernur Ambon (foto: humas BNPB)
Mengawali bulan Oktober yang diperingati sebagai bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Gubernur Maluku Murad Ismail bersama Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan membuka rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2021 di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Provinsi Maluku pada Jumat (1/10).
Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Maluku yaitu Tifa oleh Gubernur, yang disaksikan secara tatap muka dan juga sambungan virtual.
Lilik Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, Kota Ambon terpilih sebagai tuan rumah dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya adalah kesiapan dan dukungan Pemerintah Daerah yang sangat baik, tingkat risiko bencana tsunami, gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang yang tinggi di Kota Ambon.
“Kesiapan serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Maluku yang membuat Bulan PRB kali ini diselenggarakan di Ambon, selain itu tingginya potensi bencana di Ambon membuat kita perlu berbagi pembelajaran penanggulangan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Lilik.
Penyelenggara peringatan Bulan PRB bertujuan untuk mengajak semua pihak berkolaborasi melakukan upaya pengurangan risiko sebelum terjadi bencana.
“Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kita tergagap menolong masyarakat atau korban, namun sebelum bencana terjadi kita harus melakukan sesuatu. Maka di dalam Pengurangan Risiko Bencana ada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini. Ini yang dilakukan setiap tahunnya pada bulan Oktober,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, peringatan bulan PRB diharapkan menjadi tempat berbagi informasi dan pembelajaran tentang penanggulangan bencana, sehingga membentuk bangsa Indonesia yang Tangguh menghadapi bencana.
Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Maluku yaitu Tifa oleh Gubernur, yang disaksikan secara tatap muka dan juga sambungan virtual.
Lilik Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, Kota Ambon terpilih sebagai tuan rumah dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya adalah kesiapan dan dukungan Pemerintah Daerah yang sangat baik, tingkat risiko bencana tsunami, gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang yang tinggi di Kota Ambon.
“Kesiapan serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Maluku yang membuat Bulan PRB kali ini diselenggarakan di Ambon, selain itu tingginya potensi bencana di Ambon membuat kita perlu berbagi pembelajaran penanggulangan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Lilik.
Penyelenggara peringatan Bulan PRB bertujuan untuk mengajak semua pihak berkolaborasi melakukan upaya pengurangan risiko sebelum terjadi bencana.
“Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kita tergagap menolong masyarakat atau korban, namun sebelum bencana terjadi kita harus melakukan sesuatu. Maka di dalam Pengurangan Risiko Bencana ada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini. Ini yang dilakukan setiap tahunnya pada bulan Oktober,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, peringatan bulan PRB diharapkan menjadi tempat berbagi informasi dan pembelajaran tentang penanggulangan bencana, sehingga membentuk bangsa Indonesia yang Tangguh menghadapi bencana.