Penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi terbaru yang terpantau hingga Kamis, 15 Januari 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Tercatat hingga Rabu, 17 Desember 2025, korban meninggal kini mencapai 1.059 jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperbarui data perihal jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat bertambah. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat korban meninggal 921 orang.
Data sementara per Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 604 orang akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga Provinsi di Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Serta 464 orang masih dinyatakan hilang.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah menetapkan status Bencana Nasional setelah kerusakan besar melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Banyak wilayah masih terisolasi, akses terputus, dan korban belum tertangani sehingga MUI menilai situasi sudah masuk tahap darurat.
BNPB melakukan percepatan penanganan dengan mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit, untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.
Korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Sabtu (29/11) sore mencapai 303 orang, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BNPB menargetkan evakuasi 13 korban tersisa tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo rampung hari ini. Hingga Senin dini hari, 54 jenazah ditemukan dan 104 orang selamat.
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 102 rumah rusak akibat bencana angin kencang dan banjir bandang
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura Asep Khalid menjelaskan bahwa keempat korban ditemukan dari puing bangunan cafetaria yang roboh oleh guncangan gempa bumi.