LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dari bencana
banjir dan tanah longsor yang melanda
Aceh,
Sumatera Barat, dan
Sumatera Utara. Tercatat hingga Rabu, 17 Desember 2025, korban meninggal kini mencapai 1.059 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan sebanyak 6 jasad ditemukan pada Rabu (17/12). Dengan demikian, total
korban meninggal menjadi 1.059 jiwa.
Ia mengungkapkan, dari enam jasad tersebut, dua jasad ditemukan di Kabupaten Aceh Utara, dan empat jasad di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca juga: Pemerintah Cabut 22 PBPH Seluas 1.012.016 Hektare, Buntut Bencana di Sumatera"Per hari ini (Rabu, 17/12) ditemukan tambahan 6 jasad. Di Aceh Utara 2 jiwa dan di Sumut, Tapanuli Tengah 4 jiwa. Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059 jiwa. Ini bertambah 6 dari hari kemarin 16 Desember yang berjumlah 1.053 jiwa," kata Abdul Muhari dalam jumpa pers di Youtube BNPB, dikutip Kamis (18/12/2025).
Kemudian, lanjutnya, untuk jumlah korban hilang saat ini berjumlah 192 jiwa. Sementara, korban yang mengalami luka-luka juga terus meningkat. BNPB mencatat korban luka bertambah dari semula 5.400 orang menjadi sekira 7.000 orang.
Korban Meninggal Tertinggi di AcehDalam keterangannya, Muhari juga menyampaikan total korban meninggal dunia di Aceh bertambah 23 jiwa dari hari sebelumnya. Di Aceh Tamiang ditemukan 17 korban tewas, di Aceh Utara ada 1 korban tewas, dan 5 korban tewas di Tapanuli Tengah.
Dengan data ini menjadikan Aceh provinsi dengan jumlah korban tertinggi. Sedangkang di Sumatera Barat jumlah korban jiwa mencapai 244 jiwa. Sumatera Utara, terdapat 360 korban meninggal.
Hingga kini, dijelaskan Muhari, tim gabungan masih terus melakukan pencarian secara intensif terhadap korban hilang yang mencakup berbagai kecamatan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Kabupaten Agam, dan Aceh.
Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan dari Perusahaan MultinasionalSelain korban jiwa, BNPB juga melaporkan 146.758 rumah warga di 52 kabupaten mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor. Kondisi ini membuat ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tidak hanya rumah, terdapat 1.600 fasilitas umum turut terdampak. Dengan perincian yaitu 219 fasilitas kesehatan, 434 rumah ibadah, 290 gedung dan perkantoran, serta 145 jembatan dilaporkan rusak.
Dampak banjir dan tanah longsor juga menyasar sektor pendidikan yang juga mengalami kerusakan signifikan. Sedikitnya 967 fasilitas pendidikan dilaporkan rusak parah, sehingga kegiatan pembelajaran hingga kini masih belum bisa dilaksanakan.
(lsi)