LANGIT7.ID-, Aceh -
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan kemanusiaan dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, dan berlangsung di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin, 15 Desember 2025, malam.
Bantuan tersebut berupa sembilan bahan pokok (sembako) diperuntukkan bagi masyarakat Aceh yang terdampak
banjir bandang dan tanah longsor. Sedikitnya tiga truk bantuan telah disiapkan dan akan segera disalurkan ke sejumlah daerah terdampak.
Mualem menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan Upland Resources. Menurutnya, dalam kondisi bencana, semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.
Baca juga: Pemerintah Aceh Resmi Surati PBB dan Lembaga Internasional, Meminta Bantuan Pascabencana"Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja," ujar Mualem kepada media, dikutip Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan, bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi.
"Ke mana yang membutuhkan. Yang urgent dan paling teruk (parah) ada beberapa kawasan, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen. Juga ke Takengon dan Beutong, serta Langsa," kata Mualem.
Sementara itu, Chairman & CEO Upland Resources, Datuk Bolhassan Di, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana internal perusahaan di tiga negara tempat Upland beroperasi.
"Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta," ujarnya.
Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk pembelian kebutuhan pokok dari penyedia lokal di Aceh. "Kita dibantu oleh tim-tim di sini untuk menyediakan barang-barang lokal dan membantu menyebarkannya ke lokasi-lokasi yang diarahkan langsung oleh Bapak Gubernur," kata Datuk Bolhassan.
Bantuan Luar NegeriSebelumnya sempat muncul pro dan kontra terkait bantuan luar negeri terhadap penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Namun begitu, Mualem menanggapinya dengan bijak. Menurutnya, bantuan dari luar negeri merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada larangan demi penanganan pascabencana di Aceh.
"Lagipula masih banyak kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban banjir dan longsor di Aceh," katanya kepada awak media, Selasa (9/12).
Ia membantah kabar mengenai kedatangan mereka yang berdonasi dipersulit, meski sebelumnya Mualem mengakui sempat menerima kabar adanya dugaan intervensi terkait kedatangan mereka.
"Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja," tutur Gubernur Aceh itu.
Baca juga: Gubernur Aceh Tegaskan Bantuan dari Luar Negeri Sah-sah Saja: Mereka Mau Bantu Masak Kita PersulitBantuan yang telah diterima yakni dari Malaysia berupa bantuan obat-obatan. Semuanya kini telah disalurkan untuk membantu warga korban terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Kemudian bantuan dari China yaitu didatangkannya tim pendeteksi mayat. Mereka di lapangan bekerja untuk mengevakuasi jenazah tertimbun lumpur.
(lsi)