Sehari sebelum memasuki 1 Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat mengeluarkan seruan yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat.
Penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi terbaru yang terpantau hingga Kamis, 15 Januari 2026.
Berdasarkan data terbaru per 17 Januari 2026, sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) mulai direlokasi ke unit Hunian Sementara (Huntara). Ini menandai babak baru bagi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal.
Alat berat berat mulai mengevakuasi tumpukan kayu gelondongan di Desa Lubuk Sidup pascabanjir bandang. Jembatan gantung 120 meter kini dibangun guna memulihkan akses warga yang sempat terisolasi.
Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inisiatif lanjutan dengan menyiapkan hingga 550 unit hunian sementara (huntara) berbasis pemanfaatan kayu hanyut. Program ini menyusul dari pengalaman awal membangun 100 unit huntara bagi penyintas bencana di Aceh.
Prajurit Korem 011/Lilawangsa membangun jembatan gantung 120 meter di Desa Lubuk Sidup pasca banjir. Targetnya, sebulan lagi warga tak perlu lagi bayar perahu boat untuk menyeberangi Sungai Tamiang.
Pemerintah Aceh menyatakan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana untuk ketiga kalinya. Perpanjangan ini terhitung sejak tanggal 9 Januari hingga 22 Januari 2026.
Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap, pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir, dengan kategori rumah rusak berat di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Besarannya yaitu Rp600.000 per KK, per bulan.
Satu bulan pascabencana di Pulau Sumatera, pemerintah membangun lebih dari 1.000 rumah hunian di provinsi terdampak bencana. Seiring dengan pembangunan rumah, dilakukan pula perbaikan fasilitas publik secara berkala.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah menyalurkan lebih dari 2,2 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Provinsi Aceh, pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di sana.
Cabai dari Aceh belakangan ramai diperbincangkan usai aksi kepedulian dengan menjual cabai tersebut di Jakarta dan sekitarnya yang diinisiasi oleh konten creator, Ferry Irwandi. Kini Pemprov DKI Jakarta juga membeli 1,4 ton cabai dari daerah bencana di Aceh itu.