LANGIT7.ID-, Aceh - Satu bulan
pascabencana di Pulau Sumatera, pemerintah membangun lebih dari 1.000 rumah hunian di provinsi terdampak
bencana. Seiring dengan pembangunan rumah, dilakukan pula perbaikan fasilitas publik secara berkala.
Presiden
Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Januari 2026 lalu, mengecek langsung 600 unit pertama dari 15.000 Rumah Hunian yang sedang dibangun Danantara. Sekaligus melaksanakan rapat kordinasi di
Aceh Tamiang.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan hunian yang layak, bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Rumah hunian di
Aceh Tamiang tersebut, masing-masing dengan luasan 4,5x4,5 meter yang dilengkapi dengan fasilitas dasar penunjang kenyamanan penghuni. Fasilitas tersebut meliputi tempat tidur, kipas angin, lemari, akses jaringan internet maupun wifi gratis, serta sambungan listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga.
![600 Unit Pertama Rumah Hunian Aceh Tamiang Dibangun, Berbagai Fasilitas Tersedia]()
Tak ketinggalan juga fasilitas air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak serta akses jalan yang dilalui jalan besar.
Di titik seluas 5,5 hektar ini sedang dibangun 2.500 unit rumah menggunakan lahan milik BUMN. Di seberang komplek hunian ini juga telah dibangun hunian tetap seluas 3,5 hektar.
Baca juga: Komitmen Nyata BSI dan Danantara: Sediakan Hunian Bermartabat bagi Korban Banjir AcehPemerintah membangun hunian yang layak dan cepat untuk selanjutnya Pemerintah Daerah mendata dan mengatur warga yang akan menempati rumah hunian tersebut.
Rumah hunian Danantara dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi para warga terdampak, selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Penyediaan hunian yang layak menjadi salah satu prioritas pemerintah agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Pembangunan telah dimulai sejak 24 Desember 2025 lalu. Pada tahap awal, pembangunan hunian mencapai 600 unit rumah yang berlokasi di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru.
![600 Unit Pertama Rumah Hunian Aceh Tamiang Dibangun, Berbagai Fasilitas Tersedia]()
Sementara secara keseluruhan, pemerintah melalui Danantara menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit rumah hunian dalam tiga bulan di wilayah terdampak bencana yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Program rumah hunian ini pun diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.
Baca juga: Demi Warga Aceh Bisa Makan Daging Sapi Saat Ramadan, Mualem Minta Pemerintah BantuTidak hanya fasiltas dasar tersebut, kawasan rumah hunian Danantara juga dilengkapi dengan ruang komunal yang dapat digunakan bersama oleh para penghuni. Fasilitas komunal tersebut mencakup dapur bersama, toilet, taman bermain anak, serta musala sebagai sarana ibadah dan interaksi sosial masyarakat.
Pembangunan rumah hunian Danantara tahap pertama ini merupakan hasil kolaborasi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sinergi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan solusi cepat dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
(lsi)