Gempa bumi dengan magnitudo (M)6,2 mengguncang Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Selasa (6/12/2022) pada pukul 13:07 WIB. Pusat gempa berada pada 284 km barat daya Kabupaten Jember.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari memastikan, letusan gunung Semeru tak akan membangkitkan tsunami hingga ke Jepang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.979 warga di Lereng Gunung Semeru yang mengungsi akibat erupsi pada Ahad (4/12/2022) siang.
Berdasarkan data kerusakan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, sebanyak empat rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan.
Masyarakat dinilai belum terlalu melek dengan profesionalitas struktur bangunan tahan gempa meski berada di wilayah rawan gempa. Dan lebih mementingkan keindahan bangunan yang dibeli.
Tim gabungan berhasil menemukan delapan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Sementara itu, dua warga ditemukan jasadnya teridentifikasi merupakan warga Desa Cijedil yang termasuk dalam korban hilang.
Tim gabungan terus melakukan pencarian korban terdampak gempa M5.6 yang menerjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) lalu. Dari pencarian itu, jumlah korban meninggal yang tertimbun reruntuhan semakin banyak ditemukan.
Herman menjelaskan bantuan yang disalurkan masih tersimpan di gudang. Belum lagi ditambah bantuan dari berbagai pihak lainnya yang terus mengalir ke Kabupaten Cianjur.
Pencarian korban terus diupayakan oleh tim gabungan yang terlibat penanganan bencana gempa Cianjur M5.6, sejak terjadi gempa Senin (21/11/2022) lalu. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut adanya penambahan korban jiwa yang telah ditemukan.
Suharyanto melaporkan, terdapat 58.362 orang yang mengungsi karena rumahnya hancur akibat gempa. Sementara, sebanyak 1.083 orang menjalalani perawatan akibat luka-luka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya korban jiwa tambahan pasca gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Data per Selasa (22/11/2022) tercatat sebanyak 103 orang meninggal dunia.
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengeluarkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur selama 30 hari. Penetapan tersebut terhitung mulai 21 November hingga 20 Desember 2022.
Sebanyak 47 tenda pengungsi disiapkan guna mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. Sejumlah bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp 500 juta turut disiapkan.