LANGIT7.ID-,New York; Petenis cantik Elena Rybakina mengaku termotivasi dalam perburuan menjadi petenis nomor satu dunia, namun ia memilih untuk menjalani semuanya "hari demi hari" setelah memulai kampanye US Open-nya dengan kemenangan.
Tampil untuk pertama kalinya sejak mundur di tengah pertandingan perempat final Cincinnati Masters bulan lalu karena cedera tumit, Rybakina sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kendala fisik. Ia dengan mudah meraih kemenangan dominan 6-3, 6-2 atas Thea Frodin, petenis wildcard berusia 17 tahun.
Unggulan kedua yang berusia 27 tahun ini saat ini hanya terpaut 434 poin dari Aryna Sabalenka di peringkat dunia. Ia akan menjadi nomor satu untuk pertama kalinya jika mencapai babak semifinal di New York—bahkan sekalipun Sabalenka berhasil mempertahankan gelar juaranya.
Terlepas dari hasil pertandingannya sendiri, Rybakina juga akan mengamankan puncak klasemen jika tidak ada satu pun dari Sabalenka, Coco Gauff, atau Jessica Pegula yang mengangkat trofi juara.
"Saya jelas termotivasi untuk menjadi nomor satu dunia," ujar si cantik Rybakina, yang sempat tertinggal lebih dari 3.000 poin dari Sabalenka pada musim semi sebelum petenis Belarusia itu mengalami penurunan performa di tengah musim.
"Saya merasa sebenarnya sudah punya peluang sebelumnya, tapi takdir berkata lain. Ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa, tapi masih terlalu jauh. Saya harus fokus pada hari istirahat besok, pemulihan, dan terus melangkah."
Rybakina, peraih dua gelar Grand Slam, tiba di Flushing Meadows dengan tanda tanya besar seputar kondisi kebugarannya setelah mundur karena cedera saat melawan Iga Swiatek di Cincinnati.
Meski terlihat nyaman di lapangan, pergerakannya nyaris tidak diuji oleh Frodin—yang pernah berperan sebagai pemeran pengganti Serena Williams dalam film 'King Richard' yang meraih nominasi Oscar. Rybakina benar-benar mendominasi lewat servis dan mengatur jalannya permainan dari garis baseline, membuat petenis peringkat 585 dunia itu kesulitan.
"Kami tidak tahu apakah saya bisa bermain di sini atau tidak. Saya cukup senang bisa bertanding sekarang, dan kami menjalani semuanya hari demi hari," kata Rybakina soal cederanya.
"Saya tidak bermain selama seminggu penuh sebelum turnamen—tujuh hari tanpa tenis dan hampir tidak bisa latihan fisik yang melibatkan gerakan banyak.
"Jadi ini hasil yang bagus setelah 10 hari sejak cedera seperti itu."
Membuka pertandingan yang tertunda hujan dengan double fault, Rybakina kemudian tampil begitu perkasa di atas servisnya. Ia hanya kehilangan tiga poin dan menyapu bersih tiga game servis tanpa kehilangan poin (love hold) berturut-turut di set pertama.
Ia baru menghadapi break point pada game keenam di set kedua, dan berhasil menyelamatkan keduanya.
Tak kalah tajam di game servis Frodin, Rybakina mengonversi tiga break point pertamanya untuk langsung unggul 5-1 di set kedua.
Namun, Frodin yang masih belia—tampil perdana di babak utama WTA setelah memenangkan Kejuaraan Nasional USTA Girls' 18s—membuat Rybakina bekerja ekstra keras untuk menutup pertandingan. Frodin menyelamatkan tiga match point dengan servis ace di game servis terakhirnya, total ia mencatatkan 11 ace sepanjang laga.
Rybakina akhirnya menutup kemenangan dengan ace miliknya sendiri—yang keenam di pertandingan ini dan sekaligus menjadi ace ke-363 miliknya musim ini, terbanyak di antara semua petenis WTA.
"Dia bermain sangat bagus hari ini. Pukulannya hebat, servisnya juga bagus—sama sekali tidak mudah," puji Rybakina tentang Frodin yang masih asing namanya.(*/saf/bbc)
(lam)