LANGIT7.ID-New York; Petenis Argentina yang tidak populer, Mariano Navone sukses mencatatkan kemenangan mengejutkan atas Novak Djokovic, Minggu malam di US Open.
Kekalahan Djokovic di babak awal ini sungguh mencengangkan, sekaligus sangat tragis. Padahal Djokovic punya peluang menambah grand slamnya setelah pemain no 1 dunia, Jannik Sinner absen di tournamen besar ini karena cedera.
ATPTour.com merangkum lima fakta luar biasa dari salah satu kejutan terbesar dalam ingatan terkini.
Djokovic belum pernah kalah di babak pertama turnamen besar selama lebih dari 20 tahun. Petenis Serbia itu memang sesekali tersingkir lebih cepat dari standarnya di turnamen-turnamen besar. Di Roland Garros tahun ini, Joao Fonseca mengalahkan Djokovic di babak ketiga. Namun, tak ada yang separah ini.
Djokovic terakhir kali tumbang di babak pertama turnamen besar adalah di Australian Open 2006, delapan bulan sebelum bintang Spanyol, Rafael Jodar, lahir. Satu-satunya kekalahan lain di babak pertama Grand Slam yang ia alami adalah di Australian Open 2005.
Navone belum pernah menang dalam pertandingan lima setDjokovic datang ke laga Minggu malam dengan rekor 42-12 di pertandingan lima set, sementara Navone justru 0-4. Petenis Argentina itu belum pernah sekalipun memenangi duel lima set, termasuk kekalahannya lewat tie-break set final dari Jakub Mensik di Roland Garros awal tahun ini.
Juara mayor 24 gelar ini tetap konsisten di Grand Slam belakangan ini
Bisa dibilang Djokovic tiba di Flushing Meadows tanpa performa terbaiknya, menyusul kekalahan dari Thiago Agustin Tirante di Cincinnati Open. Namun, di luar kekalahannya dari Fonseca di Paris, ia selalu menemukan performa terbaiknya di turnamen besar.
Dalam 16 Grand Slam terakhirnya, Djokovic telah meraih empat gelar, tiga kali menjadi finalis, enam kali semifinal, dan satu kali perempat final.
Djokovic punya lebih banyak gelar mayor daripada jumlah pertandingan Grand Slam yang dijalani Navone
Kesenjangan pengalaman saat Djokovic dan Navone melangkah ke lapangan Minggu malam sangatlah jauh. Petenis Serbia itu adalah juara Slam 24 gelar yang telah memenangi 95 pertandingan di US Open. Sebaliknya, Navone hanya mencatatkan 6-10 di turnamen besar dan 57-67 di level tur.
Navone secara historis kesulitan di lapangan kerasPetenis Argentina itu datang ke New York dengan rekor 12-29 di level tur pada lapangan keras, atau persentase kemenangan 29,3%. Navone mencatat 4-8 di permukaan ini tahun ini sebelum berhadapan dengan Djokovic untuk pertama kalinya. Unggulan keempat itu datang ke laga dengan rekor 741-139 di lapangan keras (84,2%).(*/saf/atptour)
(lam)