Angka Kemiskinan Capai 23,85 Juta, Pemerintah Harus Lebih Bekerja Keras
Tim langit 7
Sabtu, 26 Juli 2025 - 08:35 WIB
Anggota DPR, Maman Imanul Haq.Foto/ist
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, menanggapi data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 sebesar 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode tahun lalu.
Maman mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator perbaikan kondisi ekonomi nasional, namun ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, angka kemiskinan yang masih berada di kisaran hampir 9 persen tetap merupakan tantangan serius yang membutuhkan kerja keras dan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil.
“Penurunan angka kemiskinan ini patut disyukuri, tapi jangan sampai membuat pemerintah lengah. Masih ada hampir 24 juta saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi miskin. Ini bukan sekadar angka, tapi manusia yang harus kita perhatikan secara serius,” ujar Maman, Jumat (25/7/2025).
Sebagai anggota Komisi VIII yang membidangi urusan sosial dan keagamaan, Maman menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan jaminan sosial untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Baca juga:BP Taskin Usung Tiga Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Ekosistem Inklusif
Ia juga mendorong pemerintah agar lebih transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan sosial, serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
“Pemerintah harus bekerja lebih keras lagi. Jangan hanya fokus pada angka statistik, tetapi pastikan kebijakan benar-benar menyentuh dan mengubah kehidupan masyarakat miskin. Penguatan data tunggal sosial nasionaldan ekonomi nasional (DTSEN dan kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci penting,” tegasnya.
Maman mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator perbaikan kondisi ekonomi nasional, namun ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, angka kemiskinan yang masih berada di kisaran hampir 9 persen tetap merupakan tantangan serius yang membutuhkan kerja keras dan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil.
“Penurunan angka kemiskinan ini patut disyukuri, tapi jangan sampai membuat pemerintah lengah. Masih ada hampir 24 juta saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi miskin. Ini bukan sekadar angka, tapi manusia yang harus kita perhatikan secara serius,” ujar Maman, Jumat (25/7/2025).
Sebagai anggota Komisi VIII yang membidangi urusan sosial dan keagamaan, Maman menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan jaminan sosial untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Baca juga:BP Taskin Usung Tiga Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Ekosistem Inklusif
Ia juga mendorong pemerintah agar lebih transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan sosial, serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
“Pemerintah harus bekerja lebih keras lagi. Jangan hanya fokus pada angka statistik, tetapi pastikan kebijakan benar-benar menyentuh dan mengubah kehidupan masyarakat miskin. Penguatan data tunggal sosial nasionaldan ekonomi nasional (DTSEN dan kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci penting,” tegasnya.