LANGIT7.ID-Jakarta; Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan diarahkan melalui pembangunan ekosistem ekonomi rakyat berbasis kewirausahaan dan industrialisasi di sembilan sektor prioritas.
Pernyataan tersebut disampaikan Budiman dalam webinar Diskusi Al-Maun Economic Forum, sejalan dengan mandat Perpres No. 163 Tahun 2024.
"Kemiskinan yang kita alami sekarang, dan segera akan kita alami, tentu saja adalah produk dari sistem. Sistem yang memang membuat sebagian orang kita tertinggal dan sebagian kecil semakin cepat," ujar Budiman dalam webinar, Kamis (24/7/2025).
Baca juga: Budiman Sudjatmiko: Kunci Mengentaskan Kemiskinan Ada di Aset, Akses, dan CashBP Taskin saat ini sedang menyusun Rencana Induk Percepatan Pengentasan Kemiskinan 2025–2029 yang akan diserahkan kepada Presiden dan ditetapkan melalui Perpres. Dalam rencana tersebut, Budiman membagi strategi ke dalam tiga lapis:
Pertama, koordinasi dan sinkronisasi program kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan prinsip interoperability tinggi.
Kedua, membangun ekosistem usaha melalui sembilan sektor prioritas, seperti pangan, energi, digital, perumahan, industri kreatif, dan kesehatan.
Ketiga, pendekatan aglomerasi antarwilayah yang menciptakan klaster produksi dan rantai pasok berbasis masyarakat miskin.
Budiman menyebut, pendekatan industrialisasi ini akan memerdekakan rakyat miskin dan menjadikan mereka bagian dari ekosistem produksi, bukan sekadar penerima bansos.
"Kami ingin menawarkan pendekatan kedua yang lebih bisa sustainable, lebih bisa membangun basis yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi inklusif," ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana program makan bergizi gratis dapat menjadi hilir yang jelas bagi produksi pangan dari rakyat miskin.
"Negara sudah memastikan di hilirnya sudah dia cegat dengan program makan gratis. Artinya ada kepastian pembeli yaitu negara," ucapnya.
Pendekatan ini juga sudah mulai diuji coba di sejumlah wilayah seperti Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Brebes. Bahkan BP Taskin menggandeng sejumlah investor swasta seperti Aramco dan menjalin komunikasi dengan forum korporasi PBB untuk mendorong investasi berdampak sosial.
"Making profit by solving the social problems," katanya, mengutip prinsip yang kini menjadi sorotan di sekolah bisnis internasional seperti Harvard Business School.
BP Taskin menargetkan agar masyarakat miskin bisa menjadi bagian dari rantai pasok sektor pangan, digital, energi baru terbarukan, hingga industri kreatif. Menurut Budiman, pendekatan ini memungkinkan rakyat miskin naik kelas dengan dukungan negara dan kolaborasi lintas sektor.
(lam)