home wirausaha syariah

Menag Tantang BWI dan Baznas Genjot Dana Umat Rp500 Triliun per Tahun

Rabu, 06 Agustus 2025 - 14:09 WIB
Menag Tantang BWI dan Baznas Genjot Dana Umat Rp500 Triliun per Tahun
LANGIT7.ID–Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan potensi dana umat di Indonesia. Dalam pandangannya, upaya maksimal dalam penghimpunan dana umat bisa menjadi terobosan strategis untuk mewujudkan peradaban Islam yang maju di tanah air.

Pesan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI di Jakarta, Senin (5/8). Dalam forum nasional tersebut, Menag menekankan bahwa optimalisasi dana umat bukan hanya sebatas zakat dan wakaf, namun meliputi keseluruhan sumber dana sosial keagamaan yang pernah diterapkan sejak masa Nabi Muhammad SAW.

Sebagai perbandingan, Menag menyinggung negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih dulu unggul dalam tata kelola zakat dan wakaf. Di Yordania, sebut Menag, zakat yang terkumpul tahun lalu mencapai 20 miliar Dinar dan nilai wakafnya menyentuh angka 600 miliar Dinar. Kondisi di Kuwait bahkan lebih impresif lagi, terutama dari sisi wakaf.

“Dengan adanya Rakernas BWI ini. Kita berharap ke depan, BWI dan Baznas bisa lebih menukik lagi pendapatannya,” harap Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya, dikutip Rabu (6/8/2025).

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa sejarah Islam mengenal sedikitnya 27 instrumen penghimpunan dana umat. Di luar zakat dan wakaf, ada juga infak, sedekah, wasiat, hibah, jariyah, waris, ghanimah, kaffarat, hingga fidyah, dam, luqatah, dan wakalah. Apabila semua potensi tersebut dikelola secara profesional dan terintegrasi, nilai yang bisa dihimpun sangat besar.

“Ada juga fidyah, dam, luqatah, wakalah. Kalau kita kumpulkan ini semuanya, maka bisa mengumpulkan paling sedikit Rp 500 Trilliun per Tahun,” sebut Menag.

Dalam pernyataannya, Menag juga mengungkap adanya hasil kajian dari UIN Jakarta yang menyebutkan bahwa zakat yang terkumpul dari dana umat yang tersimpan di perbankan berpotensi mencapai Rp300 triliun. Ia bahkan menyampaikan skema sederhana bahwa bila setiap mahasiswa baru di kampus keagamaan negeri menyumbang Rp100 ribu saja, maka target Rp200 triliun bisa sangat mudah dicapai.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya