Dorong Industri Fashion Indonesia, KJRI Toronto Gelar Batik Fashion Show
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 04 Oktober 2021 - 17:38 WIB
KJRI Toronto selenggarakan Mini Fashion Show di Toronto untuk merayakan Hari Batik Nasional 2021 sekaligus meningkatkan promosi. Foto: LANGIT7/KJRI Toronto.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Toronto bekerja sama dengan Maison de Couture (MDC) menyelenggarakan "Mini Fashion Show" di Toronto. Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka meningkatkan promosi sekaligus merayakan Hari Batik Nasional 2021.
Seperti dikutip dari laman resmi Kemenlu, Senin (4/10/2021), MDC International Corporation selaku co-organizer, menampilkan sejumlah koleksi batik dari berbagai belahan dunia, dengan highlight pada Indonesia sebagai negara produsen batik terbesar di dunia.
Produk seni dan budaya seperti batik berpotensi tergerus oleh perkembangan zaman, terutama karena perkembangan teknologi digital saat ini. Melalui kegiatan ini, MDC berupaya untuk merevitalisasi nilai seni dari batik, termasuk Batik Indonesia yang telah terdaftar sebagai heritage di UNESCO.
Penyelenggaraan fashion show tersebut perlu didukung karena dapat mendorong industri fashion Indonesia. Menurut CNBC Indonesia, gairah ekonomi kreatif Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan industri fashion yang mampu berkontribusi hingga 18,01% (Rp 116 Triliun) pada tahun 2019.
Baca juga : Batik Rifaiyah, Batik Karya Santri Jawa Tengah yang Mendunia
Terlebih, berbagai trend fashion terus berkembang di Indonesia, salah satunya adalah pakaian siap pakai (ready to wear) yang mengusung konsep bisnis fast fashion dengan karakter pergantian mode cepat dan rendah biaya produksi.
Melalui ajang fashion show tersebut, diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata, khususnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Meskipun Indonesia belum secara resmi membuka perbatasan bagi wisatawan mancanegara, berbagai upaya promosi pariwisata terus digiatkan.
Seperti dikutip dari laman resmi Kemenlu, Senin (4/10/2021), MDC International Corporation selaku co-organizer, menampilkan sejumlah koleksi batik dari berbagai belahan dunia, dengan highlight pada Indonesia sebagai negara produsen batik terbesar di dunia.
Produk seni dan budaya seperti batik berpotensi tergerus oleh perkembangan zaman, terutama karena perkembangan teknologi digital saat ini. Melalui kegiatan ini, MDC berupaya untuk merevitalisasi nilai seni dari batik, termasuk Batik Indonesia yang telah terdaftar sebagai heritage di UNESCO.
Penyelenggaraan fashion show tersebut perlu didukung karena dapat mendorong industri fashion Indonesia. Menurut CNBC Indonesia, gairah ekonomi kreatif Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan industri fashion yang mampu berkontribusi hingga 18,01% (Rp 116 Triliun) pada tahun 2019.
Baca juga : Batik Rifaiyah, Batik Karya Santri Jawa Tengah yang Mendunia
Terlebih, berbagai trend fashion terus berkembang di Indonesia, salah satunya adalah pakaian siap pakai (ready to wear) yang mengusung konsep bisnis fast fashion dengan karakter pergantian mode cepat dan rendah biaya produksi.
Melalui ajang fashion show tersebut, diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata, khususnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Meskipun Indonesia belum secara resmi membuka perbatasan bagi wisatawan mancanegara, berbagai upaya promosi pariwisata terus digiatkan.