Alexander Zwiers Fokuskan 100 Hari Pertama dengan Observasi Sepak Bola Indonesia
Nabil
Senin, 25 Agustus 2025 - 21:56 WIB
Alexander Zwiers Fokuskan 100 Hari Pertama dengan Observasi Sepak Bola Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta;Alexander Zwiers resmi diperkenalkan sebagai Direktur Teknik PSSI menggantikan Indra Sjafri yang sebelumnya berstatus Pelaksana Tugas. Dalam peran barunya, sosok asal Belanda itu menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk membangun sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
Zwiers menekankan bahwa filosofi yang ia bawa adalah kesuksesan tidak akan tercapai hanya oleh perorangan, melainkan dari kerja kolektif. "Saya sangat percaya bahwa bukan individu yang menciptakan sebuah kesuksesan, suatu bangsa atau klub yang menciptakan kesuksesan. Mari kita bentuk permainannya bersama-sama dan itu juga adalah filosofi saya," ujarnya saat konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/8).
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan sepak bola harus menyeluruh dari level bawah hingga atas. "Kita membangun sebuah bangsa bersama-sama, semua orang terlibat, semua orang mesti selaras, semua orang perlu mendengarkan. Di mana posisi kami, apa kekuatan kita, apa yang harus dibangun, di mana kesenjangannya. Jadi, semua orang harus terlibat, dari pelatih akar rumput ke pelatih profesional, semua orang harus bersama, bersama membangun desain jangka panjang," ucapnya.
Untuk memastikan arah yang tepat, Zwiers menyiapkan rencana kerja selama 100 hari. Dalam periode ini, ia akan fokus mendengarkan masukan, melakukan analisa, serta mengamati kondisi sepak bola nasional. "Karena alasan ini saya juga menempatkan diri saya pada 100 hari pertama untuk mendengarkan, berbicara, menganalisa, melakukan observasi di mana posisi Indonesia sekarang dan apa aspek terkuatnya," kata pria yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Yordania tersebut.
Zwiers sendiri bukan orang baru di dunia kepelatihan internasional. Ia memiliki pengalaman panjang baik sebagai pelatih maupun Direktur Teknik di berbagai belahan dunia. Rekam jejaknya mencakup Belanda, Irlandia Utara, Qatar, Arab Saudi, Meksiko, Kazakhstan, China, Uni Emirat Arab, hingga Yordania.
Zwiers menekankan bahwa filosofi yang ia bawa adalah kesuksesan tidak akan tercapai hanya oleh perorangan, melainkan dari kerja kolektif. "Saya sangat percaya bahwa bukan individu yang menciptakan sebuah kesuksesan, suatu bangsa atau klub yang menciptakan kesuksesan. Mari kita bentuk permainannya bersama-sama dan itu juga adalah filosofi saya," ujarnya saat konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/8).
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan sepak bola harus menyeluruh dari level bawah hingga atas. "Kita membangun sebuah bangsa bersama-sama, semua orang terlibat, semua orang mesti selaras, semua orang perlu mendengarkan. Di mana posisi kami, apa kekuatan kita, apa yang harus dibangun, di mana kesenjangannya. Jadi, semua orang harus terlibat, dari pelatih akar rumput ke pelatih profesional, semua orang harus bersama, bersama membangun desain jangka panjang," ucapnya.
Untuk memastikan arah yang tepat, Zwiers menyiapkan rencana kerja selama 100 hari. Dalam periode ini, ia akan fokus mendengarkan masukan, melakukan analisa, serta mengamati kondisi sepak bola nasional. "Karena alasan ini saya juga menempatkan diri saya pada 100 hari pertama untuk mendengarkan, berbicara, menganalisa, melakukan observasi di mana posisi Indonesia sekarang dan apa aspek terkuatnya," kata pria yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Yordania tersebut.
Zwiers sendiri bukan orang baru di dunia kepelatihan internasional. Ia memiliki pengalaman panjang baik sebagai pelatih maupun Direktur Teknik di berbagai belahan dunia. Rekam jejaknya mencakup Belanda, Irlandia Utara, Qatar, Arab Saudi, Meksiko, Kazakhstan, China, Uni Emirat Arab, hingga Yordania.
(lam)