PBNU Gelar Zikir Malam Maulid, Gus Yahya Tekankan Ikhtiar Batin untuk Keselamatan Bangsa
Tim langit 7
Kamis, 04 September 2025 - 14:44 WIB
Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf. dok: NU Online
LANGIT7.ID-Jakarta;Malam 12 Rabiul Awal 1447 H yang bertepatan dengan Kamis malam, 4 September 2025, menjadi momentum istimewa bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengarahkan seluruh pengurus dan jamaah NU di berbagai daerah untuk memperbanyak bacaan istighfar dan shalawat Nabi seusai Maghrib hingga menjelang Isya.
Dalam arahan daring yang diikuti pengurus wilayah dan cabang NU se-Indonesia, Gus Yahya menegaskan bahwa rangkaian amaliah tersebut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk ikhtiar batin untuk memohon kebaikan bagi umat dan keselamatan bangsa.
"Jangan berhenti berzikir, wirid sampai Isya. Jangan berhenti, disambung dengan shalat Isya," jelas Gus Yahya, Rabu (3/9/2025).
Zikir sebagai Benteng Krisis
Menurutnya, konsistensi umat dalam menjaga amalan seperti ini memiliki dampak besar. Ia mencontohkan tradisi para ulama terdahulu yang selalu menjadikan zikir sebagai pegangan di tengah situasi sulit.
"Kita juga menghadapi tantangan yang berpotensi mengancam survival, maka kita harus pikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang kita kerjakan untuk menjaga agar bangsa dan negara yang kita cinta ini bertahan terus," kata Gus Yahya.
PBNU sendiri menggarisbawahi bahwa kegiatan tersebut tidak berbentuk perkumpulan akbar. Praktiknya diarahkan secara terdesentralisasi, sehingga bisa dilaksanakan di masjid, mushala, hingga rumah-rumah dalam skala kecil.
Dalam arahan daring yang diikuti pengurus wilayah dan cabang NU se-Indonesia, Gus Yahya menegaskan bahwa rangkaian amaliah tersebut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk ikhtiar batin untuk memohon kebaikan bagi umat dan keselamatan bangsa.
"Jangan berhenti berzikir, wirid sampai Isya. Jangan berhenti, disambung dengan shalat Isya," jelas Gus Yahya, Rabu (3/9/2025).
Zikir sebagai Benteng Krisis
Menurutnya, konsistensi umat dalam menjaga amalan seperti ini memiliki dampak besar. Ia mencontohkan tradisi para ulama terdahulu yang selalu menjadikan zikir sebagai pegangan di tengah situasi sulit.
"Kita juga menghadapi tantangan yang berpotensi mengancam survival, maka kita harus pikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang kita kerjakan untuk menjaga agar bangsa dan negara yang kita cinta ini bertahan terus," kata Gus Yahya.
PBNU sendiri menggarisbawahi bahwa kegiatan tersebut tidak berbentuk perkumpulan akbar. Praktiknya diarahkan secara terdesentralisasi, sehingga bisa dilaksanakan di masjid, mushala, hingga rumah-rumah dalam skala kecil.