Tierra Viva, Pameran Foto Kementerian Kebudayaan dan 8 Negara Amerika Latin Perkuat Diplomasi Budaya
Tim langit 7
Senin, 08 September 2025 - 21:22 WIB
Tierra Viva, Pameran Foto Kementerian Kebudayaan dan 8 Negara Amerika Latin Perkuat Diplomasi Budaya
LANGIT7.ID-Jakarta;Kementerian Kebudayaan bersama Kedutaan Besar Argentina, Kolombia, Ekuador, Guatemala, Meksiko, Panama, Peru, dan Uruguay untuk Indonesia hadirkan pameran foto kolektif bertajuk Tierra Viva; Cultures and Colors of Latin America di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran yang akan berlangsung hingga 28 September 2025 mendatang ini, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkaya pemahaman budaya sekaligus memperkuat diplomasi budaya antarbangsa.
Tierra Viva; Cultures and Colors of Latin America dimaknai sebagai metamorfosa atas harapan dan semangat hidup yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tierra Viva berarti tanah yang hidup, melambangkan bagaimana delapan negara dalam pameran berusaha merepresentasikan keragaman budayanya masing-masing. Foto-foto yang dipamerkan menyuguhkan dialog antara alam dan budaya yang tumbuh secara harmonis juga penuh historis.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang hadir langsung membuka pameran menyampaikan, “Dengan bangga kami mendukung penyelenggaraan acara Tierra Viva di Galeri Nasional Indonesia, salah satu landmark budaya yang berada di bawah naungan Indonesian Heritage Agency, yang mengelola 18 museum dan 34 situs cagar budaya di seluruh tanah air,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (8/9/2025).
Didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; dan Direktur Eksekutif Indonesian Heritage Agency (IHA), Indira Esti Nurjadin, Menbud Fadli Zon juga menjelaskan keberhasilan perhelatan forum internasional Culture, Heritage, Arts, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang diselenggarakan di Bali pada 3-5 September 2025 silam. Forum yang menghasilkan dokumen Bali Cultural Initiative Declaration ini turut dihadiri oleh salah satu negara Amerika Latin, yakni Venezuela.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan Republik Bolivariana Venezuela, Sergio Leonardo Arria Bohorquez, dalam CHANDI 2025. Kami berharap pada kesempatan mendatang lebih banyak lagi delegasi dari negara-negara Amerika Latin yang turut hadir dan berpartisipasi,” tambahnya.
Menbud Fadli Zon menyampaikan harapannya agar pameran Tierra Viva dapat menjadi jembatan diplomasi antarbangsa. “Pameran Tierra Viva ini menjadi jembatan yang mendekatkan kita, mendorong apresiasi yang lebih dalam terhadap warisan budaya masing-masing, sekaligus membuka ruang baru bagi kolaborasi kebudayaan.” tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Peru untuk Indonesia, Luis Tsuboyama, menuturkan fotografi sebagai jembatan yang mampu menampilkan kebudayaan secara kolektif. “Kita telah menyelesaikan sebuah milestone dengan menampilkan upaya kolektif dalam budaya. Tidak hanya menyuguhkan narasi yang unik, tetapi juga narasi yang dapat menghubungkan satu sama lain,” jelasnya seraya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan.
Tierra Viva; Cultures and Colors of Latin America dimaknai sebagai metamorfosa atas harapan dan semangat hidup yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tierra Viva berarti tanah yang hidup, melambangkan bagaimana delapan negara dalam pameran berusaha merepresentasikan keragaman budayanya masing-masing. Foto-foto yang dipamerkan menyuguhkan dialog antara alam dan budaya yang tumbuh secara harmonis juga penuh historis.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang hadir langsung membuka pameran menyampaikan, “Dengan bangga kami mendukung penyelenggaraan acara Tierra Viva di Galeri Nasional Indonesia, salah satu landmark budaya yang berada di bawah naungan Indonesian Heritage Agency, yang mengelola 18 museum dan 34 situs cagar budaya di seluruh tanah air,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (8/9/2025).
Didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; dan Direktur Eksekutif Indonesian Heritage Agency (IHA), Indira Esti Nurjadin, Menbud Fadli Zon juga menjelaskan keberhasilan perhelatan forum internasional Culture, Heritage, Arts, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang diselenggarakan di Bali pada 3-5 September 2025 silam. Forum yang menghasilkan dokumen Bali Cultural Initiative Declaration ini turut dihadiri oleh salah satu negara Amerika Latin, yakni Venezuela.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan Republik Bolivariana Venezuela, Sergio Leonardo Arria Bohorquez, dalam CHANDI 2025. Kami berharap pada kesempatan mendatang lebih banyak lagi delegasi dari negara-negara Amerika Latin yang turut hadir dan berpartisipasi,” tambahnya.
Menbud Fadli Zon menyampaikan harapannya agar pameran Tierra Viva dapat menjadi jembatan diplomasi antarbangsa. “Pameran Tierra Viva ini menjadi jembatan yang mendekatkan kita, mendorong apresiasi yang lebih dalam terhadap warisan budaya masing-masing, sekaligus membuka ruang baru bagi kolaborasi kebudayaan.” tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Peru untuk Indonesia, Luis Tsuboyama, menuturkan fotografi sebagai jembatan yang mampu menampilkan kebudayaan secara kolektif. “Kita telah menyelesaikan sebuah milestone dengan menampilkan upaya kolektif dalam budaya. Tidak hanya menyuguhkan narasi yang unik, tetapi juga narasi yang dapat menghubungkan satu sama lain,” jelasnya seraya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan.