Pandemi Hasilkan Satu Generasi Negara Bermasalah, Indonesia Harus Siap
Achmad syukron fadilah
Rabu, 14 Juli 2021 - 02:05 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin Sinovac dengan takaran 0,5 ml per dosis kepada seorang siswa SMP saat pencanangan dimulainya vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12 - 17 tahun di SMP Negeri 8 Denpasar, Bali, Senin (5/7/2021). Foto: Antara
Dua kelompok usia penduduk mengalami kemunduruan akibat pandemi wabah yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Akan ada satu generasi di sebuah negara terganggu, pertama bayi-bayi yang lahir di masa pandemi dan angkatan kerja baru lulus.
Hal tersebut disampaikanDirektur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) yang juga ahli kependudukan atau demografi Turro Wongkaren. Dalam rangka Hari Populasi Sedunia, Turro mengatakan, anak usia di bawah lima tahun (balita) atau mereka yang lahir di masa pandemi layanan dasar kesehatannya tidak akan terpenuhi.
"Mereka tidak menerima layanan dasar kesehatan normal seperti masa sebelum pandemi, karena orang tuanya takut ke puskesmas atau karena puskesmas terlalu sibuk mengurusi pasien Covid-19," kata Turrodikutip dari Anadolu Agency, Selasa (13/7/2021).
United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Mei 2020 mengatakan sekitar 116 juta bayi lahir dalam masa pandemi. Terhitung sejak Covid-19 berstatus pandemi pada Maret lalu. Sialnya, Indonesia menjadi negara keenam dengan jumlah kelahiran terbesar. Sedangkan posisi tertinggi, yakni India yang mencapai 20,1 juta kelahiran. Chinadi posisi kedua dengan 13,5 juta kelahiran.Disusul Nigeria (6,4 juta kelahiran), Pakistan (5 juta kelahiran), dan Indonesia (4 juta kelahiran).
Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ada tambahan 400.000-500.000 kelahiran di Indonesia di masa pandemi. Biasanya, total kelahiran bayi per tahun sekitarempat hingga lima juta kelahiran. Untuk itu, Turro meminta Indonesia perlu meningkatkan layanan puskesmas dengan berbagai cara agar keluarga yang memiliki balita dapat menerima layanan dasar.
Kelompok kedua, yakni angkatan kerja baru yang menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi. Mereka kehilangan kesempatan kerja karena perusahaan mengalami krisis.
"Setiap tahun ada sekitar 2,7 juta angkatan kerja yang lahir dan di tahun berikutnya mereka kembali bersaing dengan angkatan kerja baru lagi," tuturnya.
Hal tersebut disampaikanDirektur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) yang juga ahli kependudukan atau demografi Turro Wongkaren. Dalam rangka Hari Populasi Sedunia, Turro mengatakan, anak usia di bawah lima tahun (balita) atau mereka yang lahir di masa pandemi layanan dasar kesehatannya tidak akan terpenuhi.
"Mereka tidak menerima layanan dasar kesehatan normal seperti masa sebelum pandemi, karena orang tuanya takut ke puskesmas atau karena puskesmas terlalu sibuk mengurusi pasien Covid-19," kata Turrodikutip dari Anadolu Agency, Selasa (13/7/2021).
United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Mei 2020 mengatakan sekitar 116 juta bayi lahir dalam masa pandemi. Terhitung sejak Covid-19 berstatus pandemi pada Maret lalu. Sialnya, Indonesia menjadi negara keenam dengan jumlah kelahiran terbesar. Sedangkan posisi tertinggi, yakni India yang mencapai 20,1 juta kelahiran. Chinadi posisi kedua dengan 13,5 juta kelahiran.Disusul Nigeria (6,4 juta kelahiran), Pakistan (5 juta kelahiran), dan Indonesia (4 juta kelahiran).
Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ada tambahan 400.000-500.000 kelahiran di Indonesia di masa pandemi. Biasanya, total kelahiran bayi per tahun sekitarempat hingga lima juta kelahiran. Untuk itu, Turro meminta Indonesia perlu meningkatkan layanan puskesmas dengan berbagai cara agar keluarga yang memiliki balita dapat menerima layanan dasar.
Kelompok kedua, yakni angkatan kerja baru yang menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi. Mereka kehilangan kesempatan kerja karena perusahaan mengalami krisis.
"Setiap tahun ada sekitar 2,7 juta angkatan kerja yang lahir dan di tahun berikutnya mereka kembali bersaing dengan angkatan kerja baru lagi," tuturnya.