Qatar Tuntut Netanyahu Bertanggung Jawab Serangan di Doha, Dan Donald Trump Marah Besar Pada Israel
Tim langit 7
Rabu, 10 September 2025 - 21:27 WIB
Foto: ist
Israel berupaya membunuh para pemimpin politik Hamas dengan serangan udara di Qatar pada Selasa, mengeskalasi aksi militer di Timur Tengah dengan tindakan yang menurut AS sebagai serangan sepihak yang tidak mendukung kepentingan Amerika dan Israel.
Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya "sangat tidak senang dengan segala aspek" dari serangan Israel tersebut dan akan memberikan pernyataan lengkap mengenai masalah ini.
"Saya tidak antusias tentang hal ini," kata Trump saat tiba di sebuah restoran di Washington. "Ini bukan situasi yang baik, tetapi saya akan mengatakan ini: Kami ingin para sandera dibebaskan, tapi kami tidak senang dengan cara penanganannya hari ini."
Sementara Israel membela serangan itu sebagai tindakan yang dibenarkan, Qatar menyatakan Israel berkhianat dan melakukan "terorisme negara." Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan serangan udara itu mengancam akan menggagalkan perundingan perdamaian yang selama ini dimediasi Qatar antara Hamas dan Israel.
Trump mengatakan bahwa menyerang Hamas adalah tujuan yang layak, tetapi ia merasa tidak enak karena serangan terjadi di negara Arab Teluk tersebut, yang merupakan sekutu non-NATO utama Washington dan tempat kelompok Islamis Palestina itu lama memiliki basis politiknya.
Serangan itu menuai kecaman dari Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Uni Eropa, serta berisiko menggagalkan pembicaraan gencatan senjata di Gaza dan upaya Trump untuk mencapai penyelesaian damai melalui perundingan atas konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun itu.
Qatar adalah mitra keamanan Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah bagi Pangkalan Udara al-Udeid, fasilitas militer AS terbesar di Timur Tengah. Qatar bertindak sebagai mediator bersama Mesir dalam perundingan antara Israel dan Hamas untuk gencatan senjata di Gaza, yang kini semakin sulit diraih.
Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya "sangat tidak senang dengan segala aspek" dari serangan Israel tersebut dan akan memberikan pernyataan lengkap mengenai masalah ini.
"Saya tidak antusias tentang hal ini," kata Trump saat tiba di sebuah restoran di Washington. "Ini bukan situasi yang baik, tetapi saya akan mengatakan ini: Kami ingin para sandera dibebaskan, tapi kami tidak senang dengan cara penanganannya hari ini."
Sementara Israel membela serangan itu sebagai tindakan yang dibenarkan, Qatar menyatakan Israel berkhianat dan melakukan "terorisme negara." Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan serangan udara itu mengancam akan menggagalkan perundingan perdamaian yang selama ini dimediasi Qatar antara Hamas dan Israel.
Trump mengatakan bahwa menyerang Hamas adalah tujuan yang layak, tetapi ia merasa tidak enak karena serangan terjadi di negara Arab Teluk tersebut, yang merupakan sekutu non-NATO utama Washington dan tempat kelompok Islamis Palestina itu lama memiliki basis politiknya.
Serangan itu menuai kecaman dari Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Uni Eropa, serta berisiko menggagalkan pembicaraan gencatan senjata di Gaza dan upaya Trump untuk mencapai penyelesaian damai melalui perundingan atas konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun itu.
Qatar adalah mitra keamanan Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah bagi Pangkalan Udara al-Udeid, fasilitas militer AS terbesar di Timur Tengah. Qatar bertindak sebagai mediator bersama Mesir dalam perundingan antara Israel dan Hamas untuk gencatan senjata di Gaza, yang kini semakin sulit diraih.