Benyamin Netanyahu Telah Mengibarkan Bendera Perang Total, Negara Arab Harus Bersatu
Tim langit 7
Sabtu, 13 September 2025 - 07:41 WIB
Benyamin Netanyahu Telah Mengibarkan Bendera Perang Total, Negara Arab Harus Bersatu
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua PP Muhammadiyah Dr KH Anwar Abbas mengatakan, mengamati perkembangan di Timur Tengah saat ini, harapan untuk bisa tenang sangat tipis.
Pernyataan Anwar Abbas ini terkait sikap Benyamin Netanyahu tidak mau ada negara Palestina. "Konsekwensi logis dari pandangan itu akan membuat wilayah Palestina di mata Israel akan menjadi wilayah tidak bertuan sehingga oleh netanyahu akan dijadikan sebagai bagian dari negara Israel," ujar Abbas.
Usaha ke arah itu menurtnya sudah tampak dikerjakan oleh Netanyahu dengan membangun perumahan bagi rakyat Israel di daerah-daerah yang sudah mereka duduki.
"Jadi masalah Gaza dan tepi barat tinggal menunggu waktu untuk sepenuhnya berada di bawah kendali israel," tegas pengamat sosial ekonomi ini.
Timbul pertanyaan, katanya, apakah negara-negara arab akan menghadapi Israel secara sendiri-sendiri atau bersama-sama secara serentak dalam satu koordinasi ? Kalau mau menang tentu dunia Arab harus bersatu karena tidak ada lagi cara lain yang harus ditempuh oleh Palestina dan dunia Arab sekarang ini kecuali berperang sebab Israel sudah mengibarkan bendera perang total karena Netanyahu tidak mau ada negara Palestina.
Dalam keyakinan zionis dan netanyahu menurut Abbas, wilayah tersebut dan juga wilayah Libanon, Syria, Jordania sebagian wilayah Mesir, Saudi dan Irak adalah wilayah nenek moyang mereka yang harus mereka rebut bagi berdirinya negara Israel raya yang mereka idam-idamkan. "Untuk itu sebelum segala sesuatunya serba terlambat dan sebelum semua wilayah yang dianggap oleh Israel adalah wilayah nenek moyang mereka jatuh ke tangan Israel maka dunia Arab harus bersatu. Tanpa itu maka tidak akan ada damai di Timur Tengah karena Israel sebagai biang keladi dari kekacauan yang ada di kawasan tersebut belum bisa mereka lumpuhkan," tandasnya(*)
Pernyataan Anwar Abbas ini terkait sikap Benyamin Netanyahu tidak mau ada negara Palestina. "Konsekwensi logis dari pandangan itu akan membuat wilayah Palestina di mata Israel akan menjadi wilayah tidak bertuan sehingga oleh netanyahu akan dijadikan sebagai bagian dari negara Israel," ujar Abbas.
Usaha ke arah itu menurtnya sudah tampak dikerjakan oleh Netanyahu dengan membangun perumahan bagi rakyat Israel di daerah-daerah yang sudah mereka duduki.
"Jadi masalah Gaza dan tepi barat tinggal menunggu waktu untuk sepenuhnya berada di bawah kendali israel," tegas pengamat sosial ekonomi ini.
Timbul pertanyaan, katanya, apakah negara-negara arab akan menghadapi Israel secara sendiri-sendiri atau bersama-sama secara serentak dalam satu koordinasi ? Kalau mau menang tentu dunia Arab harus bersatu karena tidak ada lagi cara lain yang harus ditempuh oleh Palestina dan dunia Arab sekarang ini kecuali berperang sebab Israel sudah mengibarkan bendera perang total karena Netanyahu tidak mau ada negara Palestina.
Dalam keyakinan zionis dan netanyahu menurut Abbas, wilayah tersebut dan juga wilayah Libanon, Syria, Jordania sebagian wilayah Mesir, Saudi dan Irak adalah wilayah nenek moyang mereka yang harus mereka rebut bagi berdirinya negara Israel raya yang mereka idam-idamkan. "Untuk itu sebelum segala sesuatunya serba terlambat dan sebelum semua wilayah yang dianggap oleh Israel adalah wilayah nenek moyang mereka jatuh ke tangan Israel maka dunia Arab harus bersatu. Tanpa itu maka tidak akan ada damai di Timur Tengah karena Israel sebagai biang keladi dari kekacauan yang ada di kawasan tersebut belum bisa mereka lumpuhkan," tandasnya(*)
(lam)