Mansa Musa: Raja Mali, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah
Miftah yusufpati
Selasa, 16 September 2025 - 04:15 WIB
Mansa Musa, raja Mali abad ke-14, disebut manusia terkaya sepanjang sejarah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pada abad ke-14, saat Eropa dilanda wabah dan krisis pangan, Afrika Barat justru menyimpan kisah tentang seorang raja yang disebut sebagai manusia terkaya sepanjang sejarah. Namanya Mansa Musa, penguasa Kekaisaran Mali (1312–1337). Kekayaannya begitu besar hingga sejarawan modern sulit membandingkannya dengan tokoh lain.
Mansa Musa naik takhta pada 1312, menggantikan Abu-Bakr II. Catatan sejarawan Arab, al-Umari, menyebut Musa berkuasa atas wilayah seluas lebih dari 2.000 kilometer, mencakup sebagian besar Mali modern, Senegal, Niger, hingga Gambia. Wilayah itu berdiri di atas jalur perdagangan emas terbesar dunia kala itu.
Ira M. Lapidus dalam A History of Islamic Societies(2002) menulis, emas Afrika Barat memasok lebih dari setengah kebutuhan emas dunia abad pertengahan. Mansa Musa menguasai tambang emas di Bambuk dan Bure, serta pusat garam di Taghaza. Kombinasi emas dan garam menjadikan Mali raksasa ekonomi.
Baca juga: Mengenal Sosok Mansa Musa, Muslim Terkaya Dunia Sepanjang Masa
Haji yang Mengguncang Dunia
Ketenaran Musa meluas pada 1324 ketika ia berangkat haji ke Mekah. Menurut catatan al-Umari dan Ibn Khaldun, Musa membawa rombongan sekitar 60 ribu orang, termasuk pengawal bersenjata, budak, dan pejabat kerajaan. Ia konon menuntun 100 unta, masing-masing membawa 136 kilogram emas.
Perjalanan ini menggetarkan dunia Islam. Di Kairo, Musa membagi emas dalam jumlah luar biasa. Sejarawan Shihab al-Din al-Umari menulis dalam Masalik al-Absarbahwa sedekah Musa membuat harga emas anjlok drastis selama lebih dari satu dekade. Fenomena ini dianggap salah satu inflasi pertama yang terdokumentasi akibat kelebihan pasokan emas.
Mansa Musa naik takhta pada 1312, menggantikan Abu-Bakr II. Catatan sejarawan Arab, al-Umari, menyebut Musa berkuasa atas wilayah seluas lebih dari 2.000 kilometer, mencakup sebagian besar Mali modern, Senegal, Niger, hingga Gambia. Wilayah itu berdiri di atas jalur perdagangan emas terbesar dunia kala itu.
Ira M. Lapidus dalam A History of Islamic Societies(2002) menulis, emas Afrika Barat memasok lebih dari setengah kebutuhan emas dunia abad pertengahan. Mansa Musa menguasai tambang emas di Bambuk dan Bure, serta pusat garam di Taghaza. Kombinasi emas dan garam menjadikan Mali raksasa ekonomi.
Baca juga: Mengenal Sosok Mansa Musa, Muslim Terkaya Dunia Sepanjang Masa
Haji yang Mengguncang Dunia
Ketenaran Musa meluas pada 1324 ketika ia berangkat haji ke Mekah. Menurut catatan al-Umari dan Ibn Khaldun, Musa membawa rombongan sekitar 60 ribu orang, termasuk pengawal bersenjata, budak, dan pejabat kerajaan. Ia konon menuntun 100 unta, masing-masing membawa 136 kilogram emas.
Perjalanan ini menggetarkan dunia Islam. Di Kairo, Musa membagi emas dalam jumlah luar biasa. Sejarawan Shihab al-Din al-Umari menulis dalam Masalik al-Absarbahwa sedekah Musa membuat harga emas anjlok drastis selama lebih dari satu dekade. Fenomena ini dianggap salah satu inflasi pertama yang terdokumentasi akibat kelebihan pasokan emas.