Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home masjid detail berita

Mansa Musa: Raja Mali, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah

miftah yusufpati Selasa, 16 September 2025 - 04:15 WIB
Mansa Musa: Raja Mali, Orang Terkaya Sepanjang Sejarah
Mansa Musa, raja Mali abad ke-14, disebut manusia terkaya sepanjang sejarah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pada abad ke-14, saat Eropa dilanda wabah dan krisis pangan, Afrika Barat justru menyimpan kisah tentang seorang raja yang disebut sebagai manusia terkaya sepanjang sejarah. Namanya Mansa Musa, penguasa Kekaisaran Mali (1312–1337). Kekayaannya begitu besar hingga sejarawan modern sulit membandingkannya dengan tokoh lain.

Mansa Musa naik takhta pada 1312, menggantikan Abu-Bakr II. Catatan sejarawan Arab, al-Umari, menyebut Musa berkuasa atas wilayah seluas lebih dari 2.000 kilometer, mencakup sebagian besar Mali modern, Senegal, Niger, hingga Gambia. Wilayah itu berdiri di atas jalur perdagangan emas terbesar dunia kala itu.

Ira M. Lapidus dalam A History of Islamic Societies (2002) menulis, emas Afrika Barat memasok lebih dari setengah kebutuhan emas dunia abad pertengahan. Mansa Musa menguasai tambang emas di Bambuk dan Bure, serta pusat garam di Taghaza. Kombinasi emas dan garam menjadikan Mali raksasa ekonomi.

Baca juga: Mengenal Sosok Mansa Musa, Muslim Terkaya Dunia Sepanjang Masa

Haji yang Mengguncang Dunia

Ketenaran Musa meluas pada 1324 ketika ia berangkat haji ke Mekah. Menurut catatan al-Umari dan Ibn Khaldun, Musa membawa rombongan sekitar 60 ribu orang, termasuk pengawal bersenjata, budak, dan pejabat kerajaan. Ia konon menuntun 100 unta, masing-masing membawa 136 kilogram emas.

Perjalanan ini menggetarkan dunia Islam. Di Kairo, Musa membagi emas dalam jumlah luar biasa. Sejarawan Shihab al-Din al-Umari menulis dalam Masalik al-Absar bahwa sedekah Musa membuat harga emas anjlok drastis selama lebih dari satu dekade. Fenomena ini dianggap salah satu inflasi pertama yang terdokumentasi akibat kelebihan pasokan emas.

Michael Gomez dalam African Dominion: A New History of Empire in Early and Medieval West Africa (2018) mencatat, dampak perjalanan Musa bukan hanya ekonomi, tetapi juga politik: ia memperkenalkan Mali sebagai kekuatan Islam global.

Baca juga: Pulau Cantik "TerKaya di Dunia" Yang Dipenuhi Ferrari dan Lamborghini Kini Bangkrut

Timbuktu: Kota Ilmu dan Perdagangan

Sepulang haji, Musa membangun kembali kerajaannya dengan gaya baru. Ia mendirikan masjid agung di Timbuktu dan Gao. Arsitek asal Andalusia, Abu Ishaq al-Sahili, dibawa Musa untuk merancang bangunan megah seperti Masjid Djinguereber yang berdiri hingga kini.

Timbuktu lalu menjelma pusat ilmu pengetahuan. Universitas Sankore berkembang pesat, menarik ulama, ahli hukum, dan pedagang dari seluruh dunia Islam. Sejarawan John Hunwick dalam Timbuktu and the Songhay Empire (1999) menyebut Timbuktu pada masa Musa mirip Baghdad pada abad ke-9: kota kosmopolitan dengan ribuan manuskrip, sekolah, dan pasar yang ramai.

Kekayaan yang Sulit Ditaksir

Berapa sesungguhnya kekayaan Mansa Musa? Majalah Forbes (2008) menobatkannya sebagai “the richest man of all time”, meski mengakui sulit membuat taksiran akurat. Sejarawan Richard Smith dalam The Spread of Islam in Africa (2017) menyebut, nilai kekayaan Musa tak bisa dibandingkan dengan miliarder modern karena ekonomi abad ke-14 berbasis komoditas, bukan uang kertas atau saham.

Baca juga: Eks Bintang Manchester City Jadi Salah Satu Orang Terkaya di Inggris Dengan Bisnis Fashion Senilai 1,6 Triliun Rupiah

Namun, dengan menguasai tambang emas terbesar dunia, Musa mengendalikan komoditas paling berharga saat itu. Ekonom Rudolph Ware dalam The Walking Qur’an (2014) menyebut Musa sebagai simbol integrasi Islam dan kekuatan ekonomi Afrika.

Meski kaya raya, Musa tidak dikenal sebagai hedonis. Catatan ulama kontemporer menggambarkannya sebagai raja saleh yang taat pada syariat Islam. Ia mendanai pembangunan masjid, sekolah, dan wakaf sosial. Seperti disebut oleh Nehemia Levtzion dalam Ancient Ghana and Mali (1973), kekayaan Musa digunakan untuk membangun legitimasi Islam di Afrika Barat.

Warisan Musa bertahan jauh melampaui usianya. Ketika ia wafat pada 1337, Kekaisaran Mali menjadi kerajaan terbesar dan paling berpengaruh di Afrika Barat. Nama Musa terus tercatat dalam peta Eropa abad pertengahan. Atlas Catalan tahun 1375 bahkan menggambarnya dengan mahkota emas, tongkat kerajaan, dan segenggam emas—simbol kemakmuran yang tak tertandingi.

Baca juga: 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia, Muhammadiyah Urutan ke-4 dengan Aset Rp460 Triliun

Mansa Musa bukan sekadar legenda tentang orang terkaya di dunia. Ia membuktikan bahwa Afrika Barat adalah pusat peradaban yang makmur, religius, dan kosmopolitan pada abad pertengahan. Kekayaannya mengguncang ekonomi global, sementara warisannya berupa ilmu dan kebudayaan masih hidup hingga kini di Timbuktu.

Seperti dicatat oleh Basil Davidson dalam Africa in History (1991), Musa menunjukkan kepada dunia bahwa Afrika bukan tanah terbelakang, melainkan sumber daya, ilmu, dan kejayaan. Dan hingga kini, ia tetap menjadi simbol: kaya raya, saleh, dan berpengaruh.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)