home global news

Kekhawatiran Ahli: Indonesia Gagal Pulihkan Diri Usai Pandemi

Rabu, 14 Juli 2021 - 02:55 WIB
Pedagang sayuran keliling melayani pembeli di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/7/2021). Bank Indonesia merevisi target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 dari semula 4,1-5,1 persen menjadi 3,8 persen karena dipengaruhi adanya Pemberlakuan Pembatas
Pemerintah harus memiliki solusi jitu dan cepat dalam rangka memulihkan kehidupan berbangsa setelah masa pendemi berakhir. Jika tidak, Indonesia akan kesulitan bersaing dengan negara-negara maju di dunia bahkan ASEAN.

Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Turro Wongkaren, Dalam Hari Populasi Sedunia, mengatakan, jika pandemi berakhir pada 2030, peluang-peluang di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik boleh jadi akan dinikmati negara-negara besar seperti China, Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

"Mungkin tanpa Indonesia, karena ketika Indonesia sibuk mengatasi pandemi, termasuk di wilayah Bali, Thailand sedang menyiapkan kawasan wisatanya dapat dikunjungi turis asing," kata ahli kependudukan atau demografi itu dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (13/7/2021).

Turro khawatir, angkatan kerja baru yang lulus di masa pandemi akan mengalami kesulitan ekonomi. Mereka kehilangan kesempatan kerja karena perusahaan mengalami krisis.

"Setiap tahun ada sekitar 2,7 juta angkatan kerja yang lahir dan di tahun berikutnya mereka kembali bersaing dengan angkatan kerja baru lagi," tuturnya.

Bagi para pekerja baru di masa pandemi, kata dia, harus cepat beradaptasi dengan kondisi pasar tenaga kerja yang terbuka. "Tidak bisa bersikap business as usual," katanya.

Turro mengatakan, meledaknya kasus Covid-19 di Indonesia akibat varian Delta belakangan ini akan mengurangi daya saing Indonesia dengan negara-negara tetangga ASEAN. Terlebih, kata dia, menghadapi negara kuat dunia yang agresif memperebutkan kue ekonomi di kawasan ASEAN. Dia khawatir, balita dan angkatan kerja baru Indonesia di masa pandemi dinilai sulit bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya merebut peluang sesudah pandemi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya