LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah harus memiliki solusi jitu dan cepat dalam rangka memulihkan kehidupan berbangsa setelah masa pendemi berakhir. Jika tidak, Indonesia akan kesulitan bersaing dengan negara-negara maju di dunia bahkan ASEAN.
Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Turro Wongkaren, Dalam Hari Populasi Sedunia, mengatakan, jika pandemi berakhir pada 2030, peluang-peluang di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik boleh jadi akan dinikmati negara-negara besar seperti China, Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
"Mungkin tanpa Indonesia, karena ketika Indonesia sibuk mengatasi pandemi, termasuk di wilayah Bali, Thailand sedang menyiapkan kawasan wisatanya dapat dikunjungi turis asing," kata ahli kependudukan atau demografi itu dikutip dari
Anadolu Agency, Selasa (13/7/2021).
Turro khawatir, angkatan kerja baru yang lulus di masa pandemi akan mengalami kesulitan ekonomi. Mereka kehilangan kesempatan kerja karena perusahaan mengalami krisis.
"Setiap tahun ada sekitar 2,7 juta angkatan kerja yang lahir dan di tahun berikutnya mereka kembali bersaing dengan angkatan kerja baru lagi," tuturnya.
Bagi para pekerja baru di masa pandemi, kata dia, harus cepat beradaptasi dengan kondisi pasar tenaga kerja yang terbuka. "Tidak bisa bersikap
business as usual," katanya.
Turro mengatakan, meledaknya kasus Covid-19 di Indonesia akibat varian Delta belakangan ini akan mengurangi daya saing Indonesia dengan negara-negara tetangga ASEAN. Terlebih, kata dia, menghadapi negara kuat dunia yang agresif memperebutkan kue ekonomi di kawasan ASEAN. Dia khawatir, balita dan angkatan kerja baru Indonesia di masa pandemi dinilai sulit bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya merebut peluang sesudah pandemi.
Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell Fontelles, dalam sebuah acara di Jakarta, Juni mengatakan, ASEAN merupakan jantung kawasan Indo-Pasifik yang sangat menjanjikan. Menurutnya, Indo-Pasifik sangat penting bagi komunitas internasional. Di masa depan, 60 persen dinamika perekonomian akan berasal dari kawasan Indo-Pasifik. Dalam beberapa tahun mendatang, 2,5 miliar warga kelas menengah global akan berada di Indo-Pasifik.
"Indo-Pasifik penting, bagi kami, ASEAN adalah jantungnya," ujar Borrel dalam seminar virtual yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS), 3 Juni 2021.
Diketahui, Indonesia kembali mencatat rekor kasus baru Covid-19 tertinggi sebanyak 47.899 pada Selasa sehingga menjadi 2.615.529. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini menjadi 407.709 kasus, termasuk penambahan 26.912 dalam 24 jam terakhir.
Dalam data yang dirilis Worldometers, Indonesia berada pada peringkat pertama kenaikan kasus harian, yang merupakan rekor tertinggi selama pandemi. Indonesia sejauh ini telah menyuntikkan total 51,4 juta dosis vaksin dengan rincian 36,36 juta dosis pertama dan 15,03 juta dosis kedua.
Menurut Turro, jika pandemi telah berakhir pada 2030, peluang-peluang di kawasan ini boleh jadi akan dinikmati oleh negara-negara besar di luar ASEAN seperti China, Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. (Sumber:
Anadolu Agency)
(asf)