Riset Halal LPPOM Jadi Sorotan Global Halal Summit 2025
Tim langit 7
Selasa, 23 September 2025 - 09:33 WIB
Riset Halal LPPOM Jadi Sorotan Global Halal Summit 2025
LANGIT7.ID-Jakarta;Dengan dukungan laboratorium LPPOM MUI, pelaku usaha kini dapat merasakan manfaat sertifikasi halal BPJPH yang lebih cepat dan mudah. Keandalan lab halal ini terbukti dalam berbagai riset pengujian, mulai dari analisis DNA hingga penentuan batas etanol, yang semuanya bertujuan memastikan produk benar-benar memenuhi standar halal. Posisi strategis ini membawa LPPOM ke panggung internasional sebagai representasi Indonesia dalam ekosistem halal dunia.
Dilansir dari situs LPPOM, Di panggung internasional,LPPOMkembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada 17 September 2025 lalu, LPPOM mendapat undangan istimewa untuk mempresentasikan riset pengujian halal dalam ajang Halal Certification Body Convention (HCBC) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Forum ini merupakan bagian dari Global Halal Summit (GhaS) 2025, acara tahunan bergengsi yang diprakarsai oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) untuk mempertemukan lembaga sertifikasi halal, pemerintah, pakar syariah, hingga industri dari berbagai negara. Kehadiran LPPOM menjadi bukti bahwa lembaga ini tidak hanya berperan penting di tingkat nasional, tetapi juga diakui kontribusinya dalam percaturan halal dunia.
Baca juga: LPPOM Jateng Gandeng Pemkot Semarang Perkuat Ekosistem Halal
Dalam kesempatan tersebut, Heryani, General Manager Laboratorium LPPOM MUI, tampil sebagai pembicara utama dan memaparkan sejumlah hal strategis yang tengah dilakukan LPPOM. Ia menjelaskan tentang regulasi pengujian halal yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), riset-riset ilmiah yang mendukung lahirnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta upaya pengembangan reagen halal lokal berkualitas tinggi. Paparan ini memperlihatkan konsistensi LPPOM dalam mengintegrasikan sains modern dengan syariat Islam, sehingga dapat menghadirkan metode pengujian halal yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Global Halal Summit 2025 dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim, di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC). Dalam sambutannya, Anwar menekankan bahwa halal bukan sekadar label, melainkan simbol kepercayaan yang menjadi landasan bagi konsumen di seluruh dunia.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menggerakkan pertumbuhan industri halal. Pesan tersebut sejalan dengan peran LPPOM yang selama ini tidak hanya mendampingi industri besar, tetapi juga memberi dukungan kepada pelaku UMKM agar mampu bersaing melalui produk halal yang terjamin kualitasnya.
Dilansir dari situs LPPOM, Di panggung internasional,LPPOMkembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada 17 September 2025 lalu, LPPOM mendapat undangan istimewa untuk mempresentasikan riset pengujian halal dalam ajang Halal Certification Body Convention (HCBC) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Forum ini merupakan bagian dari Global Halal Summit (GhaS) 2025, acara tahunan bergengsi yang diprakarsai oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) untuk mempertemukan lembaga sertifikasi halal, pemerintah, pakar syariah, hingga industri dari berbagai negara. Kehadiran LPPOM menjadi bukti bahwa lembaga ini tidak hanya berperan penting di tingkat nasional, tetapi juga diakui kontribusinya dalam percaturan halal dunia.
Baca juga: LPPOM Jateng Gandeng Pemkot Semarang Perkuat Ekosistem Halal
Dalam kesempatan tersebut, Heryani, General Manager Laboratorium LPPOM MUI, tampil sebagai pembicara utama dan memaparkan sejumlah hal strategis yang tengah dilakukan LPPOM. Ia menjelaskan tentang regulasi pengujian halal yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), riset-riset ilmiah yang mendukung lahirnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta upaya pengembangan reagen halal lokal berkualitas tinggi. Paparan ini memperlihatkan konsistensi LPPOM dalam mengintegrasikan sains modern dengan syariat Islam, sehingga dapat menghadirkan metode pengujian halal yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Global Halal Summit 2025 dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim, di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC). Dalam sambutannya, Anwar menekankan bahwa halal bukan sekadar label, melainkan simbol kepercayaan yang menjadi landasan bagi konsumen di seluruh dunia.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menggerakkan pertumbuhan industri halal. Pesan tersebut sejalan dengan peran LPPOM yang selama ini tidak hanya mendampingi industri besar, tetapi juga memberi dukungan kepada pelaku UMKM agar mampu bersaing melalui produk halal yang terjamin kualitasnya.