LANGIT7.ID-Cirebon; Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, memberikan pesan khusus bagi dunia pendidikan Islam. Wamenag menegaskan bahwa era pemisahan antara ilmu agama dan sains harus berakhir.
Hal ini ditegaskan Wamenag saat memberikan sambutan pada Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tihamah di Cirebon, Minggu (19/4). STIT Tihamah saat ini sedang dalam proses bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Tihamah.
Wamenag menyoroti masih kuatnya dikotomi ilmu agama dengan ilmu umum dalam praktik pendidikan. Menurutnya, pemisahan ini adalah kekeliruan fundamental yang menghambat kemajuan umat.
"Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan secara utuh. Fisika, matematika, dan sains itu sejatinya berasal dari Allah. Tidak ada alasan untuk memisahkannya dari ajaran Islam. Semuanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan," tegas Romo Syafi’i dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Pendekatan integratif ini bukan sekadar wacana akademis, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan perguruan tinggi Islam memiliki daya saing di tengah gempuran disrupsi teknologi dan industri.
Vokasi: Jawaban atas Peluang KerjaKementerian Agama kini mengambil langkah konkret dengan rencana membentuk Direktorat Vokasi. Kebijakan ini, menurut Wamenag, merupakan jawaban atas fenomena lulusan pendidikan agama yang seringkali sulit terserap di pasar kerja karena hanya dibekali pemahaman fikih tanpa keterampilan praktis.
Wamenag mengingatkan bahwa jutaan lapangan kerja menanti tenaga terampil yang berintegritas. "Jika pendidikan hanya fokus pada aspek ibadah ritual tanpa keterampilan (skill), lulusan kita akan kehilangan peluang besar. Pesantren dan madrasah harus mulai berani mengintegrasikan pendidikan vokasi," tambahnya.
Transformasi ini sudah mulai terlihat di berbagai madrasah unggulan seperti MAN Insan Cendekia (MAN IC) dan MAN Program Keagamaan (MAN PK). Wamenag mengapresiasi capaian siswa madrasah yang kini mulai mendominasi prestasi di bidang robotika dan teknologi.
"Prestasi robotika siswa madrasah adalah bukti nyata bahwa integrasi ilmu itu bekerja. Ke depan, sistem pendidikan kita harus sepenuhnya mendukung ini secara formal agar lahir generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tapi juga unggul secara intelektual dan teknis," tutupnya.
(lam)