home edukasi & pesantren

Santri PBNU Raih Kesempatan Studi ke Maroko, Seleksi Superketat Hanya Loloskan 24 Orang

Rabu, 24 September 2025 - 10:36 WIB
Santri PBNU Raih Kesempatan Studi ke Maroko, Seleksi Superketat Hanya Loloskan 24 Orang
LANGIT7.ID-Jakarta;Sebanyak 24 santri dari berbagai pesantren resmi dilepas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) untuk menempuh pendidikan tinggi di Maroko. Prosesi pelepasan berlangsung di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025) malam.

Dilansir dari situs NU Online, Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menyampaikan bahwa pemberangkatan para penerima beasiswa dilakukan sehari setelah seremoni pelepasan. “Malam ini kita melepas mereka secara resmi, dan besok mereka akan berangkat ke Maroko untuk melanjutkan studi,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).

Setibanya di Negeri Maghribi, para santri akan disambut oleh Pengurus Cabang Internasional NU Maroko. Mereka juga akan mendapat orientasi serta pembekalan sebelum mulai menempuh kuliah. Beasiswa ini sendiri merupakan angkatan ke-4 yang dijalankan PBNU bersama Kerajaan Maroko.

Menurut Kiai Hodri, kebijakan seleksi mengalami perkembangan. Jika dua angkatan pertama belum mensyaratkan hafalan Al-Qur’an 30 juz, maka dua angkatan terakhir diwajibkan memenuhi kriteria itu. Selain itu, penentuan penerima dilakukan berdasarkan murni kemampuan akademik.

Kebanggaan tersendiri juga dirasakan RMI PBNU ketika melihat santri dari angkatan sebelumnya meraih prestasi di Maroko. “Beberapa santri kita yang berangkat ke sana, ketika mengikuti kompetisi syarah mutun, syarah Al-Qur’an, ada beberapa mendapatkan yang juara satu. Itu level nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Miftah Faqih menekankan bahwa persyaratan beasiswa ini benar-benar ketat. “Jadi kalau dikatakan apakah seleksi ini ketat? Sangat ketat. Dari 400 orang, bahkan itu lebih, sebenarnya itu, itu yang diterima, yang lolos itu hanya 24, kan gitu. Ini menandakan bagaimana kompetisinya itu. Dan harus betul-betul siap jiwa raga,” tuturnya.

Ia menegaskan, hak atas pendidikan terbuka bagi siapa saja selama memenuhi kualifikasi yang ditentukan. “Tahu enggak, di antara ini itu ada peserta yang luar biasa, yang untuk beli tiket ke (kantor PBNU) sini saja itu enggak mampu,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya