Italia Kirim Kapal Perang Kedua untuk Kawal Armada Bantuan Gaza
Tim langit 7
Kamis, 25 September 2025 - 16:52 WIB
Italia Kirim Kapal Perang Kedua untuk Kawal Armada Bantuan Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta;Italia resmi mengirimkan kapal perang kedua untuk mendukung armada internasional yang tengah berupaya menyalurkan bantuan ke Gaza setelah sebelumnya diserang drone. Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengumumkan langkah ini pada Kamis (25/9/2025).
Armada Global Sumud Flotilla (GSF) membawa sekitar 50 kapal sipil yang ditumpangi pengacara, aktivis, hingga Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia. Mereka berusaha menembus blokade laut Israel menuju Gaza.
“Kami sudah mengirim satu kapal dan sekarang kapal kedua sedang menuju lokasi, siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Crosetto dalam pidatonya di parlemen Italia.
Sehari sebelumnya, Italia telah lebih dulu mengirim kapal frigat setelah GSF melaporkan serangan drone yang menjatuhkan granat kejut dan bubuk gatal di perairan internasional, sekitar 30 mil laut dari pulau Gavdos, Yunani. GSF menuding Israel berada di balik serangan itu.
Israel tak langsung menanggapi tudingan tersebut, namun kembali menawarkan agar bantuan diturunkan di pelabuhan Israel dan akan disalurkan ke Gaza oleh otoritas mereka. Jika tidak, rombongan flotilla akan menghadapi konsekuensinya.
Selain Italia, Spanyol juga memutuskan untuk mengirim kapal perang guna melindungi armada bantuan ini.
Meski begitu, Crosetto memperingatkan para aktivis agar tidak memaksakan diri menembus blokade. Ia menyarankan agar bantuan diserahkan ke pihak Italia untuk kemudian didistribusikan ke Gaza melalui Gereja Katolik setempat.
Armada Global Sumud Flotilla (GSF) membawa sekitar 50 kapal sipil yang ditumpangi pengacara, aktivis, hingga Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia. Mereka berusaha menembus blokade laut Israel menuju Gaza.
“Kami sudah mengirim satu kapal dan sekarang kapal kedua sedang menuju lokasi, siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Crosetto dalam pidatonya di parlemen Italia.
Sehari sebelumnya, Italia telah lebih dulu mengirim kapal frigat setelah GSF melaporkan serangan drone yang menjatuhkan granat kejut dan bubuk gatal di perairan internasional, sekitar 30 mil laut dari pulau Gavdos, Yunani. GSF menuding Israel berada di balik serangan itu.
Israel tak langsung menanggapi tudingan tersebut, namun kembali menawarkan agar bantuan diturunkan di pelabuhan Israel dan akan disalurkan ke Gaza oleh otoritas mereka. Jika tidak, rombongan flotilla akan menghadapi konsekuensinya.
Selain Italia, Spanyol juga memutuskan untuk mengirim kapal perang guna melindungi armada bantuan ini.
Meski begitu, Crosetto memperingatkan para aktivis agar tidak memaksakan diri menembus blokade. Ia menyarankan agar bantuan diserahkan ke pihak Italia untuk kemudian didistribusikan ke Gaza melalui Gereja Katolik setempat.