home masjid

Kesempurnaan yang Tak Terlihat: Kisah Perempuan Ahli Surga

Senin, 29 September 2025 - 04:15 WIB
Kegigihan ibadah perempuan pada masa Nabi memperlihatkan posisi aktif mereka dalam ruang spiritual, tidak sekadar pelengkap. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Seorang perempuan berkulit hitam, tanpa nama yang tercatat dalam sejarah, mendatangi Nabi Muhammad saw. dengan kegelisahan yang tak biasa. Ia mengidap penyakit ayan. Setiap kali kambuh, tubuhnya kejang, kesadarannya hilang, dan auratnya dikhawatirkan terbuka tanpa sengaja.

“Wahai Rasulullah,” ucapnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, “tolonglah doakan agar aku sembuh.” (HR Bukhari-Muslim, no. 5652/2576).

Jawaban Nabi mengejutkan. Ia menawarkan dua jalan: kesabaran yang berbuah surga, atau doa kesembuhan. Perempuan itu memilih sabar, memilih surga. Tapi ia menambahkan satu permohonan sederhana: agar Allah menjaga auratnya saat penyakit itu kambuh. Nabi pun mendoakan.

Kisah ini tampak ringkas, tapi meninggalkan kesan dalam. Seorang perempuan miskin, tak dikenal namanya, tak meminta harta, tak mengejar kedudukan, tak mendamba popularitas. Yang ia khawatirkan hanyalah martabatnya sebagai seorang muslimah: jangan sampai auratnya terbuka.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari(Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1379 H) menekankan: di balik tubuh yang sakit, perempuan itu menunjukkan keagungan jiwa. Ia tidak hanya menerima cobaan dengan sabar, tapi juga berfokus pada penjagaan kehormatan diri.

Kontras dengan Kekinian

Banyak pihak sering menafsirkan riwayat klasik dalam bingkai sosial modern. Maka kisah perempuan ahli surga ini terasa seperti kritik diam-diam bagi zaman kita.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya