Pencarian Korban Pesantren Al Khoziny Masuki Hari Keempat, 59 Orang Masih Hilang
Tim langit 7
Kamis, 02 Oktober 2025 - 15:55 WIB
Pencarian Korban Pesantren Al Khoziny Masuki Hari Keempat, 59 Orang Masih Hilang
LANGIT7.ID-Jakarta;Upaya pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, kini memasuki hari keempat. Meski sebelumnya tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 orang, hingga Kamis (2/10/2025) belum ada lagi tanda-tanda kehidupan yang ditemukan. Diperkirakan masih ada sekitar 59 orang yang terjebak di bawah reruntuhan akibat dugaan kegagalan konstruksi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan jumlah tersebut berasal dari absensi resmi pihak pesantren dan laporan keluarga santri yang belum ditemukan. Ia menekankan bahwa data tersebut bisa berubah jika ada korban selamat yang belum melapor.
"Data sementara yang dimutakhirkan per Rabu pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Harapan Menyusut, Tim SAR Tetap Kerahkan Upaya Maksimal
Hingga malam sebelumnya, tim gabungan masih berusaha menembus puing-puing. Namun, hasil yang didapat semakin mengecil. Suharyanto pun menyampaikan kabar pahit kepada keluarga korban bahwa tanda-tanda kehidupan di titik reruntuhan sudah tidak terdeteksi lagi.
"Mohon maaf jadi memang ini menyakitkan ya tapi bagaimana lagi karena kami terus harus menyampaikan kebenarannya supaya bapak ibu sekalian paham," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Walaupun ini tidak 100 persen karena ini kita sifatnya manusia, tapi dari segi ilmu pengetahuan dari segi kemampuan yang dimiliki basarnas dengan menggunakan alat semuanya. Sudah menyatakan bahwa tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di reruntuhan itu."
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan jumlah tersebut berasal dari absensi resmi pihak pesantren dan laporan keluarga santri yang belum ditemukan. Ia menekankan bahwa data tersebut bisa berubah jika ada korban selamat yang belum melapor.
"Data sementara yang dimutakhirkan per Rabu pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Harapan Menyusut, Tim SAR Tetap Kerahkan Upaya Maksimal
Hingga malam sebelumnya, tim gabungan masih berusaha menembus puing-puing. Namun, hasil yang didapat semakin mengecil. Suharyanto pun menyampaikan kabar pahit kepada keluarga korban bahwa tanda-tanda kehidupan di titik reruntuhan sudah tidak terdeteksi lagi.
"Mohon maaf jadi memang ini menyakitkan ya tapi bagaimana lagi karena kami terus harus menyampaikan kebenarannya supaya bapak ibu sekalian paham," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Walaupun ini tidak 100 persen karena ini kita sifatnya manusia, tapi dari segi ilmu pengetahuan dari segi kemampuan yang dimiliki basarnas dengan menggunakan alat semuanya. Sudah menyatakan bahwa tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di reruntuhan itu."