Cak Imin Angkat Anak 4 Santri Ponpes Al-Khoziny yang Diamputasi
Esti setiyowati
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 17:47 WIB
Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengunjungi lokasi runtuhnya gedung tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Kamis (2/10/2025). Foto: Ist.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM)Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyambangi para santri korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Cak Imin mendatangi tiga titik rumah sakit tempat santri korban dirawat. Pada kesempatan itu, Cak Imin mengangkat empat santri korban sebagai anak angkat.
Baca juga: Tinjau Ponpes Sidoarjo, Menag Nasaruddin Umar Serahkan Bantuan Rp610 Juta
Cak Imin mengatakan dirinya akan menanggung pendidikan korban atas nama Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana, hingga perguruan tinggi.
“Insyaallah saya akan mengurus mereka sampai kuliah. Ini bentuk tanggung jawab moral agar mereka tetap punya masa depan yang cerah,” ujarKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Selain itu, Cak Imin juga menyorotipembangunan pesantren yang melibatkan para santri. Ia menegaskan agar pembangunan pesantren harus melibatkan tenaga ahli agar tak terulang tragedi serupa.
"Semua pesantren yang sedang membangun harus melibatkan tenaga ahli teknik. Gotong royong boleh, tapi tetap harus ada hitungan ilmunya. Kita tidak boleh lagi membangun tanpa kalkulasi teknik. Itu sangat berisiko,” tegas Gus Muhaimin.
Cak Imin mendatangi tiga titik rumah sakit tempat santri korban dirawat. Pada kesempatan itu, Cak Imin mengangkat empat santri korban sebagai anak angkat.
Baca juga: Tinjau Ponpes Sidoarjo, Menag Nasaruddin Umar Serahkan Bantuan Rp610 Juta
Cak Imin mengatakan dirinya akan menanggung pendidikan korban atas nama Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana, hingga perguruan tinggi.
“Insyaallah saya akan mengurus mereka sampai kuliah. Ini bentuk tanggung jawab moral agar mereka tetap punya masa depan yang cerah,” ujarKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Selain itu, Cak Imin juga menyorotipembangunan pesantren yang melibatkan para santri. Ia menegaskan agar pembangunan pesantren harus melibatkan tenaga ahli agar tak terulang tragedi serupa.
"Semua pesantren yang sedang membangun harus melibatkan tenaga ahli teknik. Gotong royong boleh, tapi tetap harus ada hitungan ilmunya. Kita tidak boleh lagi membangun tanpa kalkulasi teknik. Itu sangat berisiko,” tegas Gus Muhaimin.