Hampir 1.000 Orang Terjebak di Lereng Gunung Everest Akibat Badai Salju
Lusi mahgriefie
Senin, 06 Oktober 2025 - 07:34 WIB
sumber: pdv.co.id
Sebanyak hampir 1.000 orang terjebak di lereng Gunung Everest yang terpencil di Tibet, tepatnya di perkemahan sisi timur gunung, tempat badai salju terjadi. Upaya penyelamatan masih berlangsung sejak peristiwa terjadi pada Jumat (3/10) lalu, hingga kini.
Menurut media pemerintah Tiongkok, ratusan penduduk desa setempat dan tim penyelamat telah dikerahkan untuk membersihkan salju yang menghalangi akses ke area yang berada di ketinggian lebih dari 4.900 meter (16.000 kaki) itu.
Menurut media lokal, sekira 350 orang telah diselamatkan dan diarahkan ke tempat aman di kota kecil Qudang, melansir Reuters.
Peristiwa badai salju terjadi diawali dengan turuny hujan salju lebat sejak Jumat (3/10) malam, dan semakin intensif di lereng timur Gunung Everest di Tibet, yang merupakan area yang populer di kalangan pendaki.
"Cuacanya sangat basah dan dingin, yang menyebabkan risiko hipotermia sangat tinggi," ujar Chen Geshuang, salah satu anggota rombongan pendaki yang berhasil mencapai Qudang, kepada Reuters via BBC, dikutip Senin (6/10/2025).
"Cuaca tahun ini tidak normal. Pemandu mengatakan ia pernah mengalami cuaca seperti itu di bulan Oktober. Dan itu terjadi terlalu tiba-tiba."
Tim Penyelamat Langit Biru Tibet telah menerima panggilan bantuan yang mengatakan bahwa tenda-tenda runtuh akibat salju tebal, dan beberapa pendaki sudah menderita hipotermia, lapor media pemerintah Tiongkok.
Menurut media pemerintah Tiongkok, ratusan penduduk desa setempat dan tim penyelamat telah dikerahkan untuk membersihkan salju yang menghalangi akses ke area yang berada di ketinggian lebih dari 4.900 meter (16.000 kaki) itu.
Menurut media lokal, sekira 350 orang telah diselamatkan dan diarahkan ke tempat aman di kota kecil Qudang, melansir Reuters.
Peristiwa badai salju terjadi diawali dengan turuny hujan salju lebat sejak Jumat (3/10) malam, dan semakin intensif di lereng timur Gunung Everest di Tibet, yang merupakan area yang populer di kalangan pendaki.
"Cuacanya sangat basah dan dingin, yang menyebabkan risiko hipotermia sangat tinggi," ujar Chen Geshuang, salah satu anggota rombongan pendaki yang berhasil mencapai Qudang, kepada Reuters via BBC, dikutip Senin (6/10/2025).
"Cuaca tahun ini tidak normal. Pemandu mengatakan ia pernah mengalami cuaca seperti itu di bulan Oktober. Dan itu terjadi terlalu tiba-tiba."
Tim Penyelamat Langit Biru Tibet telah menerima panggilan bantuan yang mengatakan bahwa tenda-tenda runtuh akibat salju tebal, dan beberapa pendaki sudah menderita hipotermia, lapor media pemerintah Tiongkok.